Bumi Diterjang Badai Matahari Terkuat, Potensi Dampak ke Seluruh Dunia

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 18 Desember 2023 | 11:38 WIB
Beginilah fenomena puncak aktivitas Badai Matahari bisa menghantam Bumi lebih cepat dari yang diperkirakan. (net)
Beginilah fenomena puncak aktivitas Badai Matahari bisa menghantam Bumi lebih cepat dari yang diperkirakan. (net)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Akhir tahun 2023 menyaksikan munculnya fenomena badai Matahari yang dianggap sebagai yang terkuat, bahkan melampaui kekuatannya pada tahun 2017.

Peristiwa ini terjadi pada akhir pekan lalu ketika Matahari melepaskan suara terkuat dalam enam tahun terakhir, menyebabkan pemadaman radio yang signifikan, terutama di Amerika Selatan.

Saat peristiwa ini terjadi, Matahari mengeluarkan suara X2.8, memancarkan radiasi energi tinggi.

Baca Juga: Arsenal Tundukkan Brighton 2-0, Gabriel Jesus dan Kai Havertz Jadi Pahlawan

'X' menunjukkan kategori intensitas tertinggi, sementara angka menentukan kekuatannya.

Pusat Prediksi Cuaca Antariksa (SWPC) mendeskripsikan kejadian ini sebagai "peristiwa yang luar biasa" dan berpotensi menjadi "salah satu peristiwa radio Matahari terbesar yang pernah tercatat."

Dampaknya melibatkan pemadaman radio yang meluas dan gangguan pada komunikasi radio pesawat terbang. Earth melaporkan bahwa efek dari suara Matahari ini dirasakan dari satu ujung negara ke ujung lainnya.

Baca Juga: Endrick Kunjungi Markas Real Madrid, Mulai Langkah Awal Kariernya di Eropa

Selain suara, SWPC juga mencatat potensi lontaran massa korona yang diarahkan ke Bumi (CME) terkait dengan peristiwa ini.

CME adalah awan besar gas magnetik yang berenergi listrik yang terlempar dari Matahari dengan kecepatan antara 12 hingga 1.250 mil per detik.

CME yang menghantam Bumi dapat menyebabkan badai geomagnetik, mengganggu jaringan listrik dan infrastruktur lainnya, serta meningkatkan intensitas aurora.

Menurut laporan NOAA, dampak dari Badai Matahari ini akan terasa hingga ke Bumi, terutama di sebelah barat laut 55 derajat Lintang Geomagnetik.

Baca Juga: Valencia dan Barcelona Berakhir Imbang 1-1, La Blaugrana Gagal Raih Kemenangan Ketiga

Hal ini mencakup fluktuasi jaringan listrik, potensi peningkatan hambatan pada satelit, dan penurunan perambatan radio frekuensi tinggi pada lintang yang lebih tinggi.

Badai Matahari dan Dampak Global

Adanya kemungkinan dampak yang meluas ini juga memunculkan pertanyaan mengenai keamanan Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X