Philip Smyth, seorang pakar yang mempelajari milisi Syiah yang didukung Iran, mengatakan, “Nasrallah mulai menyesuaikan posisinya di berbagai dewan berbeda di Hizbullah. Beberapa di antaranya lebih buram dibandingkan yang lain. Mereka menyuruh dia untuk datang, keluar, dan berbicara.”
Baca Juga: Catat, 10 Startup yang Dulu Populer, Kini Gulung Tikar
Ikatan keluarga Safieddine, kemiripan fisiknya dengan Nasrallah, serta statusnya sebagai keturunan Nabi Muhammad, dapat memberikan keuntungan baginya dalam posisi kepemimpinan.
Ia juga vokal dalam kritik terhadap kebijakan AS.
Menanggapi tekanan dari Amerika terhadap Hizbullah, ia menyatakan pada tahun 2017, “Pemerintahan AS yang gila dan terhambat secara mental yang dipimpin oleh Trump tidak akan mampu merusak perlawanan,” menegaskan bahwa tindakan semacam itu hanya akan memperkuat tekad Hizbullah. ***
Artikel Terkait
Bentrok Ribuan Massa di Iran Saat Peringati 40 Hari Kematian Mahsa Amini
Polri Bongkar Kitchen Lab Sabu di Apartemen Jaksel, Terungkap Setelah Tangkap Dua WNA Iran
Iran Ajak Negara-negara Islam Embargo Minyak ke Israel, Namun Negara Ini Menolak dan Tetap Berhubungan dengan Israel
Bagaimana Persia Berubah Menjadi Iran? Begini Kisah Negara yang Dulu Dikenal dengan Persia Itu
Iran Dulu Dikenal Sebagai Persia Tempat Lahir Salah Satu Peradaban Tertua di Dunia, Seteru Abadi Kekaisaran Romawi dan Bizantium
Pengadilan Iran Penjarakan Ghazaleh Zarea Seorang Aktivis Perempuan dan Juga Keponakan Jurnalis Deutsche Welle