Ibunda Dokter Aulia Risma Ungkap Perundungan: Putri Saya Dibentak dan Dipaksa Bekerja Tanpa Henti

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 24 September 2024 | 06:00 WIB
Ilustrasi bunuh diri.  (Unsplash.com @Through Catalog)
Ilustrasi bunuh diri. (Unsplash.com @Through Catalog)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Ibunda dari Dokter Aulia Risma, Nuzmatun Malinah, mengungkapkan dugaan kasus perundungan yang menimpa putrinya di Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Diponegoro (UNDIP) pada Rabu, 18 September 2024.

Malinah menyatakan bahwa putrinya sering dibentak dan dipaksa bekerja tanpa henti hingga kelelahan di RSUP Dr Kariadi.

Baca Juga: Keseruan iShowSpeed di Bali, Menari Kecak dan Tantangan Adu Lari dengan Penggemar

Malinah juga menambahkan bahwa putrinya mengalami kecelakaan tunggal dan jatuh ke selokan pada 25 Agustus 2022 karena kelelahan.

Akibat insiden tersebut, Aulia harus menjalani operasi kaki dan punggung sebanyak dua kali pada tahun 2023 dan 2024.

Sejak awal masuk PPDS Anestesi UNDIP pada tahun 2022, mahasiswa diwajibkan menyiapkan ruang operasi pada pukul 03.00 WIB.

Malinah mengungkapkan bahwa ia telah beberapa kali menghadap Ketua Program Studi (Kaprodi) untuk meminta agar putrinya tidak ditugaskan secara berlebihan, namun permintaannya tidak diindahkan.

Selain insiden jatuh ke selokan, Malinah juga mengungkapkan bahwa putrinya sering mendapat bentakan saat menjalani praktik di RSUP Kariadi bersama mahasiswa PPDS Anestesi lainnya.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Situbondo-Banyuwangi, Sebabkan Enam Korban Jiwa dalam Insiden Tragis

Hal ini membuat Aulia ketakutan karena dididik dengan cara kasar, berbeda dengan cara didikan lembut yang biasa diterapkan oleh Malinah.

Kasus perundungan ini telah menarik perhatian Ikatan Dokter Indonesia (IDI), yang menyoroti fenomena stres yang dialami dokter residen atau dokter umum yang sedang melaksanakan pendidikan dokter spesialis.

Berdasarkan penelitian oleh Darmono pada April 2024, hubungan antara senior dan junior dalam pendidikan magang seharusnya merupakan hubungan kekeluargaan yang membantu proses pematangan diri sebagai dokter.

Darmono juga menyoroti tantangan yang dihadapi peserta PPDS, termasuk kelelahan fisik dan psikis yang dapat memicu depresi.

Baca Juga: Tragedi Keluarga di Batu Ampar Kubu Raya, Suami Hilang Diterkam Buaya di Hadapan Istri dan Anak

Ia menegaskan bahwa faktor yang melandasi stres dan depresi calon dokter spesialis adalah daya mental yang rendah, jiwa yang rapuh, dan tidak tahan uji.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: Konferensi Pers, idionline.org

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X