Paus Fransiskus Soroti Fenomena Childfree, Apa yang Menginspirasi Pilihan Hidup Ini di Indonesia?

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 13 September 2024 | 06:05 WIB
Ilustrasi bayi yang baru saja dilahirkan dan tampak senyum bahagia dari seorang ibu. (pexels.com @Jonathan Borba )
Ilustrasi bayi yang baru saja dilahirkan dan tampak senyum bahagia dari seorang ibu. (pexels.com @Jonathan Borba )

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Kunjungan Paus Fransiskus dari 3 hingga 6 September 2024 menjadi topik hangat di kalangan masyarakat Indonesia.

Selain menegaskan pentingnya toleransi antar umat beragama, Paus Fransiskus juga menyoroti bahwa keluarga di Indonesia cenderung memiliki banyak anak.

Baca Juga: Tragedi Memilukan, Anak Tewas Terjebak Dalam Mesin Molen di Kubu Raya, Begini Langkah yang Diambil Polisi

Paus Fransiskus menyatakan bahwa di banyak negara, orang lebih memilih untuk memelihara hewan peliharaan daripada memiliki anak.

"Saya mendengar bahwa keluarga di Indonesia masih memiliki 3-4 anak, dan ini merupakan contoh yang baik untuk negara lain. Banyak negara kini memilih untuk tidak memiliki anak dan lebih memilih hewan peliharaan seperti kucing," ujar Paus Fransiskus dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden pada 4 September 2024.

Pernyataan ini menimbulkan perhatian publik terhadap fenomena childfree atau pilihan untuk tidak memiliki anak.

Fenomena ini dianggap sebagai keputusan hidup bagi pasangan dewasa untuk tidak memiliki anak, baik biologis maupun adopsi.

Baca Juga: Lebih Memilih Anak, Maya Septha Rela Tinggalkan Popularitas

Bagaimana tren childfree berkembang di Indonesia?

1. Awal Mula Tren

Tren childfree mulai dikenal di Indonesia melalui influencer Gita Savitri Devi, yang memutuskan untuk tidak memiliki anak bersama suaminya.

Mereka merasa bahagia dan puas dengan kehidupan mereka saat ini tanpa anak.

Gita juga mengklaim bahwa keputusan untuk childfree didorong oleh tanggung jawab seumur hidup yang datang dengan membesarkan anak.

2. Penurunan Angka Pernikahan dan Kelahiran

Tren childfree berkontribusi pada penurunan angka pernikahan dan kelahiran di Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: Youtube Sekretariat Presiden, BPS, Independent, Unair, World Bank, Jurnal Syntax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X