Paus Fransiskus Soroti Fenomena Childfree, Apa yang Menginspirasi Pilihan Hidup Ini di Indonesia?

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 13 September 2024 | 06:05 WIB
Ilustrasi bayi yang baru saja dilahirkan dan tampak senyum bahagia dari seorang ibu. (pexels.com @Jonathan Borba )
Ilustrasi bayi yang baru saja dilahirkan dan tampak senyum bahagia dari seorang ibu. (pexels.com @Jonathan Borba )

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada 2023, jumlah pernikahan di Indonesia adalah 1.577.255, mengalami penurunan sebesar 128.000 dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Nikita Willy Umumkan Kehamilan Anak Kedua, Sekaligus Ungkap Jenis Kelamin

Selama satu dekade terakhir, angka pernikahan di Indonesia menurun sebesar 28,63 persen.

Data dari World Bank juga menunjukkan penurunan angka kelahiran di Indonesia, dari 5,5 anak per wanita pada 1960 menjadi 2,2 pada 2022.

Penurunan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial dan lingkungan, termasuk fenomena childfree.

Baca Juga: Kabar Gembira! Jessica Iskandar Akui Kehamilan Anak Ketiga,Namun Ini yang Dirinya Rasakan

3. Faktor Penyebab Childfree

Menurut penelitian "Childfree di Indonesia" oleh Akademisi Universitas Pelita Harapan pada Juni 2024, ada beberapa faktor yang mendorong masyarakat Indonesia memilih untuk childfree:

Finansial: Biaya hidup yang tinggi dan inflasi, serta biaya pendidikan yang mahal, menjadi faktor utama. Meskipun ada fasilitas sekolah gratis, tidak semua orang memanfaatkannya.

Pengaruh Budaya Barat: Budaya barat, termasuk ide tentang childfree, semakin berpengaruh di Indonesia, terutama di kalangan generasi milenial dan generasi Z. Liberalisme, yang mengutamakan kebebasan individu, juga berperan dalam tren ini.

Trauma Masa Lalu: Mereka yang memiliki trauma masa lalu sering merasa takut menjadi orang tua, khawatir akan meneruskan pengalaman buruk kepada anak mereka.

Tekanan sosial dan budaya di Indonesia juga menambah beban emosional mereka, memperkuat keputusan untuk childfree. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: Youtube Sekretariat Presiden, BPS, Independent, Unair, World Bank, Jurnal Syntax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X