Gibran Tentang Debat Cawapres: Pertanyaan Ofensif atau Tidak, Saya Serahkan kepada Penonton

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 22 Januari 2024 | 16:56 WIB
Gibran menjawab pertanyaan wartawan saat sesi doorstop setelah debat calon wakil presiden di JCC Senayan, Jakarta, pada Minggu, 21 Januari 2024. (Dok. Pontianak Globe)
Gibran menjawab pertanyaan wartawan saat sesi doorstop setelah debat calon wakil presiden di JCC Senayan, Jakarta, pada Minggu, 21 Januari 2024. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, menilai bahwa sejumlah argumennya selama sesi debat bukan merupakan serangan ofensif terhadap Muhaimin Iskandar dan Mahfud MD.

"Masalah apakah itu ofensif atau tidak, saya kembalikan lagi kepada pemirsa atau penonton. Terima kasih," ujar Gibran menjawab pertanyaan wartawan saat sesi doorstop setelah debat calon wakil presiden di JCC Senayan, Jakarta, pada Minggu, 21 Januari 2024.

Baca Juga: Bersilaturahmi dengan Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, Prabowo: Sesuai Tradisi, Kami Mohon Izin untuk Memasuki Yogyakarta

Gibran menjelaskan bahwa selama debat, tanggapannya dan pertanyaannya hanyalah bentuk counter attack dari pasangan calon nomor 2 terhadap nomor 1 dan 3, yang sebelumnya menyerang calon presiden Prabowo Subianto pada debat presiden pada Minggu, 7 Januari 2024 lalu.

"Tadi, saya hanya bertukar pikiran dan menyampaikan visi-misi. Itu saja," tambah Gibran.

Pada sesi debat, Gibran memiliki kesempatan untuk bertanya kepada Mahfud MD mengenai cara mengatasi greenflation.

Ketika diingatkan oleh Mahfud dan moderator untuk menyertakan penjelasan, Gibran menyatakan bahwa ia menganggap Mahfud sudah mengetahui topik tersebut.

Baca Juga: 3 Keunggulan Galaxy AI: Foto dan Video yang Lebih Cerdas, yang Mana Pilihanmu?

"Saya tidak menjelaskan karena beliau adalah seorang profesor," kata Gibran, sambil kemudian menjelaskan bahwa yang dimaksudnya adalah inflasi hijau.

Mahfud memberikan jawaban dengan menjelaskan tentang ekonomi hijau dan menyinggung contoh ekonomi sirkuler yang diterapkan di daerah asalnya, yaitu Madura.

Gibran kemudian menyatakan, "Saya mencari jawaban Prof Mahfud, tapi tidak menemukannya," dan menyampaikan kebingungannya karena pertanyaan tentang greenflation dijawab dengan pembahasan mengenai ekonomi hijau."

Baca Juga: Harga Barang Mewah yang Dipakai Kim Tae Ri di 'Twenty-Five, Twenty-One' Terungkap! Ternyata Ini Lho Merek Jam Tangan yang Melingkar Indah Itu

Gibran menggarisbawahi pentingnya melakukan transisi ke ekonomi hijau dengan hati-hati dan memberikan contoh biaya R&D yang tinggi.

Ketika diberikan kesempatan untuk merespons, Mahfud menolaknya dengan menyatakan, "Jawabannya terlalu ngarang. Pertanyaannya sepele. Menurut saya, tidak layak dijawab." ***

Baca Juga: Cara Mengatur Tanggal dan Hari di Jam Tangan Automatic Seiko, Baca Sampai Habis Agar Arloji Kesayangan Kamu Awet

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X