“Rumah yang rusak sedang, ringan maupun berat ini nanti apakah diperbaiki atau digeser (dipindahkan). Silakan,” kata Suharyanto.
Baca Juga: Real Madrid Tertarik Datangkan Mauro Icardi!
“Segera didata. Kalau enggak, semakin lambat data yang masuk maka semakin lambat juga dilakukan perbaikan,” tambahnya.
Dana Siap Pakai 350 Juta Rupiah
Pada kesempatan itu, Suharyanto juga menyerahkan Dana Siap Pakai (DSP) senilai 350 juta rupiah untuk mendukung seluruh penanganan darurat selama tujuh hari, sesuai periode masa tanggap darurat yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang.
Di samping itu, sejumlah logistik dan peralatan juga diberikan seperti tenda pengungsi, sembako dan permakanan lainnya untuk memenuhi kebutuhan awal.
Baca Juga: Strategi Cerdas Real Madrid: Tunda Beli Bek Tengah Demi Dapatkan Pemain Kualitas Terbaik
“Dukungan awal, kita memberikan sejumlah uang sebesar 350 juta rupiah untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak selama seminggu ini, termasuk untuk operasional tim yang bertugas,” kata Suharyanto.
Adapun selama masa tanggap darurat, tim BNPB juga akan diturunkan untuk melakukan pendampingan pembentukan posko termasuk pendataan lanjutan hingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Dalam hal ini, Kepala BNPB meminta agar proses penanganan darurat dan rehabilitasi rekonstruksi dapat berjalan secara paralel.
“Nanti BNPB menerjunkan tim untuk posko komando, kemudian akan membantu pendampingan kaji cepat. Kami sepakat tidak menunggu sampai tujuh hari selesai namun secara paralel,” jelas Suharyanto.
Terakhir, Kepala BNPB menampik kabar yang sempat beredar tentang masifnya korban jiwa akibat gempabumi ini yang terlihat dari banyaknya pasien di halaman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang.
Suharyanto mengatakan bahwa pasien-pasien itu memang dievakuasi sementara dari dalam gedung karena prosedur keselamatan. Hal itu bukan berarti pasien itu adalah korban gempabumi.
“Itu tidak ada ya. Justru yang sakit di rumah sakit yang ada di dalam dikeluarkan. Itu prosedur. Itu sudah dilaksanakan oleh Pemkab Sumedang dengan baik,” jelas Suharyanto.
Di sisi lain, Kepala BNPB juga menjelaskan bahwa kabar gempabumi Sumedang menyebabkan terkendalanya lalu lintas di jalan tol Cisumdawu setelah Twin Tunnel Cisumdawu mengalami keretakan di bagian dinding adalah informasi yang tidak benar.
Artikel Terkait
WNI Asal Bali Meninggal Tertimbun Bangunan Gempa Bumi di Turki, KBRI Evakuasi 123 Penduduk Indonesia
KBRI Bakal Temui Dewan Pendidikan Turki, Atasi Studi Pelajar Indonesia Terdampak Gempa Bumi
PBB Desak Stop Perang Saudara di Suriah, Bantuan Gempa Bumi Terhambat di Wilayah Perbatasan
Christian Atsu, Pemain Terbaik Afrika 2015 Ghana Ditemukan Tak Bernyawa Tertimpa Runtuhan Bangunan Gempa Bumi
Mengenal Poseidon Legenda Yunani. Penguasa Lautan, Gempa Bumi hingga Badai. Dipuja Banyak Nelayan
10 Bencana Gempa Bumi Dahsyat di Indonesia dengan Korban Banyak
Saat Terjadi Gempa Jangan Panik, Ambil 8 Langkah Ini Agar Kamu Selamat Ketika Gempa Bumi
Gempa Bumi Tektonik M 6,4 di Selatan Yogyakarta Tak Berpotensi Tsunami