Apa Itu UNHCR? Ini Sejarah dan Sepak Terjangnya Membantu Pengungsi Rohingya

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 11 Desember 2023 | 12:28 WIB
Staf UNHCR sedang bekerja.
Staf UNHCR sedang bekerja.

PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH -- Dalam beberapa waktu terakhir, pemberitaan dan media sosial ramai membahas kedatangan pengungsi Rohingya di Aceh, Indonesia.

Beberapa narasi di media sosial juga mengaitkannya dengan United Nations High Commissioner for Refugees atau UNHCR.

Baca Juga: Tentang UNHCR, Badan Pengungsi PBB dan Sejarahnya di Indonesia yang Kamu Harus Tahu

Bahkan, tidak sedikit berita palsu atau hoaks yang mengatasnamakan UNHCR terkait penanganan pengungsi Rohingya di Aceh. Lantas, apa dan siapa sebenarnya UNHCR ini?

Dirangkum dari berbagai sumber, ini adalah beberapa hal penting tentang UNHCR yang perlu kamu ketahui.

UNHCR atau Badan Pengungsi PBB

UNHCR, atau lebih dikenal sebagai Badan Pengungsi PBB, adalah organisasi global yang berdedikasi untuk menyelamatkan nyawa, melindungi hak-hak, dan membangun masa depan yang lebih baik bagi orang-orang yang terpaksa meninggalkan rumah mereka karena konflik dan penganiayaan.

Baca Juga: Keputusan Ragnar Oratmangoen Membela Timnas Indonesia Mendapat Sambutan Positif dari Kedua Orangtuanya. Sang ayah, Robert Oratmangoen Bangga

Dalam kerja-kerjanya, mereka memimpin aksi internasional untuk melindungi pengungsi, komunitas yang terpaksa mengungsi, dan orang-orang yang tidak memiliki kewarganegaraan.

Dalam visinya, UNHCR ingin menciptakan dunia di mana setiap orang yang terpaksa mengungsi dapat membangun masa depan yang lebih baik.

Sejarah UNHCR

UNHCR didirikan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1950 setelah Perang Dunia Kedua untuk membantu jutaan orang yang kehilangan tempat tinggal.

Saat ini, UNHCR bekerja di 135 negara.

Baca Juga: The Boy and the Heron Tundukkan Beyoncé dari Puncak Box Office Amerika

Mereka memberikan bantuan yang menyelamatkan jiwa, termasuk tempat tinggal, makanan, air, dan perawatan medis bagi orang-orang yang terpaksa mengungsi dari konflik dan penganiayaan, banyak di antara mereka yang tidak memiliki tempat lain untuk dituju.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X