Selain itu, UNHCR membela hak-hak mereka untuk mencapai keselamatan dan membantu mereka menemukan tempat untuk membangun kembali kehidupan mereka.
Baca Juga: Malaysia Tegas Menyesalkan Veto Amerika Serikat yang Menggagalkan Resolusi Gencatan Senjata di Gaza
Dalam jangka panjang, UNHCR bekerja dengan negara-negara untuk meningkatkan dan memantau undang-undang dan kebijakan pengungsi dan suaka, memastikan hak asasi manusia ditegakkan.
Dalam semua kegiatan yang dilakukan, UNHCR menganggap pengungsi dan mereka yang terpaksa melarikan diri sebagai mitra, menempatkan mereka di pusat perencanaan dan pengambilan keputusan.
Baca Juga: Recep Tayyip Erdogan Serukan Reformasi PBB, AS Dikritik karena Veto Resolusi Gencatan Senjata Gaza
Hingga saat ini, UNHCR telah bekerja atau beroperasi di 135 negara di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Menurut laman resmi UNHCR Indonesia, organisasi ini telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 1979.
Saat itu, Pemerintah Indonesia meminta bantuan UNHCR dalam membangun kamp pengungsian di Pulau Galang.
Baca Juga: Malaysia Tegas Menyesalkan Veto Amerika Serikat yang Menggagalkan Resolusi Gencatan Senjata di Gaza
Kamp ini ditujukan untuk menampung lebih dari 170.000 pengungsi yang melarikan diri dari konflik di Asia Tenggara.
Pada 14 Juni 1989, Rencana Aksi Komprehensif (The Comprehensive Plan of Action/CPA) diadopsi oleh Negara Pihak Konferensi Internasional tentang Pengungsi Indo-Cina.
Hal ini memberikan tanggung jawab spesifik kepada UNHCR dalam penanganan kedatangan pengungsi Indo-Cina dan pencarian solusi permanen bagi mereka.
Setelah penutupan kamp pengungsian di Pulau Galang pada tahun 1996, UNHCR tetap memberikan bantuan kepada Pemerintah Indonesia dalam memberikan perlindungan internasional kepada pengungsi.
Hingga saat ini, UNHCR Indonesia memiliki hampir 60 staf yang bekerja di kantor utama di Jakarta dan empat lokasi lainnya di Indonesia, yaitu Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, dan Makassar. ***
Artikel Terkait
Apa itu Resesi dan Penyebabnya ? Ancaman Resesi 2023 Disorot PBB, UNCTAD Prediksi Lebih Parah dari 2007-2009
24 Oktober 2022 Ternyata Ada Peringatan Hari Besar: Hari Lahir PBB, IDI dan Diwali Perayaan Umat Hindu
Hari Televisi Sedunia 21 November, Kata PBB Meningkatkan Kesadaran Isu Ekonomi dan Sosial
Angelina Jolie Berhenti Dari UNHCR, Setelah Mengabdi 20 Tahun
50 Petugas Lapas IIA Pontianak Gagah Berlatih PBB. Kalapas Julianto Budhi Prasetyono Pimpin Langsung
Menlu Retno Marsudi Bertemu Dubes AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield. Mengapa Isu Taliban Jadi Perhatian
PBB Desak Stop Perang Saudara di Suriah, Bantuan Gempa Bumi Terhambat di Wilayah Perbatasan