Malaysia Tegas Menyesalkan Veto Amerika Serikat yang Menggagalkan Resolusi Gencatan Senjata di Gaza

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 11 Desember 2023 | 11:08 WIB
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. (Pontianak Globe/Instagram @anwaribrahim_my)
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. (Pontianak Globe/Instagram @anwaribrahim_my)

PONTIANAKGLOBE.COM, KUALA LUMPUR -- Malaysia menyesalkan veto Amerika Serikat (AS) yang menggagalkan Resolusi Gencatan Senjata di Gaza.

Baca Juga: Anwar Ibrahim Diangkat Menjadi PM Malaysia, Menolak Digaji dan Ucapan Selamat Jokowi

Malaysia menyatakan kekecewaannya terhadap kegagalan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam mengadopsi resolusi yang menyerukan gencatan senjata kemanusiaan di Gaza pada 8 Desember 2023, akibat veto yang diberlakukan oleh Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: Megawati dan PDIP Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Anwar Ibrahim Sebagai PM Malaysia. Begini Kata Mega

Dalam keterangan tertulis, Minggu, 10 Desember 2023, Kementerian Luar Negeri (KLN) Malaysia menegaskan penolakannya terhadap pandangan bahwa upaya gencatan senjata segera hanya akan menciptakan dasar untuk konflik berikutnya.

Wisma Putra, sebutan untuk Kementerian Luar Negeri Malaysia, menyoroti agresi berkelanjutan Israel terhadap warga sipil di Gaza dan Wilayah Pendudukan Palestina, yang dianggap sebagai ancaman nyata terhadap perdamaian abadi dan penyelesaian dua negara.

Baca Juga: Recep Tayyip Erdogan Serukan Reformasi PBB, AS Dikritik karena Veto Resolusi Gencatan Senjata Gaza

Fakta bahwa draf resolusi tersebut mendapatkan dukungan signifikan dari 102 negara, termasuk Malaysia, menunjukkan dukungan kuat dari komunitas internasional untuk menghentikan serangan yang mengerikan di Gaza.

Keterangan tersebut menegaskan kembali seruan Malaysia untuk segera melaksanakan gencatan senjata kemanusiaan, perlindungan terhadap warga sipil, dan pengiriman bantuan mendesak kepada warga Gaza.

Baca Juga: Everton Vs Chelsea: Chelsea Menelan Kekalahan Kedua Beruntun

Wisma Putra menegaskan bahwa Malaysia tetap teguh dalam keyakinannya bahwa rakyat Palestina berhak atas kemerdekaan dan negara berdaulat, sesuai dengan batas pra-1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Baca Juga: Coach Pep Guardiola Disorot di Pertandingan Luton vs Man City: Marah ke Wasit, Meledek Lawan

Melalui akun media sosialnya, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan keberatannya terhadap sikap AS yang menggunakan hak veto untuk menolak gencatan senjata kemanusiaan segera di Gaza.

Baca Juga: Barcelona Dipermalukan Girona 2-4, Pasukan Michel Melesat ke Puncak Klasemen

"Menyedihkan dan di luar akal bahwa ada pihak yang mendukung dan diam terhadap pembantaian anak-anak, perempuan tak berdosa, dan warga sipil," ujar Anwar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X