Bahasa Indonesia Resmi Sebagai Bahasa Konferensi Umum UNESCO

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 21 November 2023 | 23:06 WIB
Sebuah Sejarah, Bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa resmi di UNESCO (https://www.instagram.com/jokowi/)
Sebuah Sejarah, Bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa resmi di UNESCO (https://www.instagram.com/jokowi/)

PONTIANAKGLOBE.COM, PARIS, PRANCIS -- Bahasa Indonesia resmi menjadi bahasa Konferensi Umum (General Conference) Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNESCO.

Keputusan ini diumumkan setelah Resolusi 42 C/28 secara konsensus diadopsi dalam sesi Pleno Konferensi Umum ke-42 UNESCO pada Senin, 20 November 2023 di Markas Besar UNESCO di Paris, Prancis.

Baca Juga: Kemenkes RI Lapor ke WHO Pasca Kasus Cacar Monyet Kembali Meningkat di Indonesia

Bahasa Indonesia menjadi bahasa ke-10 yang diakui sebagai bahasa resmi Konferensi Umum UNESCO, bergabung dengan enam bahasa resmi PBB (Bahasa Inggris, Arab, Mandarin, Prancis, Spanyol, dan Rusia), serta Bahasa Hindi, Italia, dan Portugis.

Baca Juga: Resmi...WHO Cabut Status Darurat Kesehatan Global Covid-19. Begini Implikasinya buat Negara dan Masyarakat

Dengan penunjukan ini, bahasa Indonesia dapat digunakan sebagai bahasa sidang, dan dokumen-dokumen Konferensi Umum dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Dalam presentasi proposal Indonesia, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Prancis, Kepangeranan Andorra, Kepangeranan Monako, dan Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Mohamad Oemar, menekankan peran bahasa Indonesia sebagai kekuatan penyatu bangsa sejak masa prakemerdekaan.

Baca Juga: 4 Obat Batuk Sirup Asal India Dikaitkan Dengan Kematian Anak di Gambia, Pemerintah India Anggap WHO Lancang

Dengan lebih dari 275 juta penutur, bahasa Indonesia juga telah melanglang dunia, masuk dalam kurikulum di 52 negara dengan setidaknya 150 ribu pelajar.

Oemar menegaskan bahwa pengakuan ini akan memberikan dampak positif terhadap perdamaian, keharmonisan, dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional dan internasional.

Proses pengusulan bahasa Indonesia dimulai dari diskusi antara Dubes RI untuk Prancis dan Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO pada Januari 2023.

Baca Juga: Sejarah Panjang Kota Melbourne, Ini Alasan Disebut Sebagai Kota Sastra oleh UNESCO

Potensi bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Sidang Umum UNESCO diakui, dan usulan ini disampaikan kepada Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Baca Juga: Dapat Dukungan dari FAO dan Australia, Indonesia Semakin Dekat untuk Akhiri Wabah Penyakit Ternak

Pada 7 Februari 2023, pertemuan antara Wadetap untuk UNESCO, Kementerian Luar Negeri, dan Kemendikbudristek membahas peluang dan strategi pengusulan bahasa resmi Sidang Umum UNESCO.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: Setkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X