Peluang Pemanfaatan AI dalam Jurnalisme Lingkungan

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 9 November 2023 | 21:21 WIB
Communication Lead Microsoft Indonesia, Karen Kusnadi, berbicara dalam diskusi "Komunikasi, Jurnalisme, AI dan Digitalisasi dalam Isu Lingkungan", salah satu bagian acara Green Press Community di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta, Rabu, 8 November 2023. (Pontianak Globe/Green Press Communit)
Communication Lead Microsoft Indonesia, Karen Kusnadi, berbicara dalam diskusi "Komunikasi, Jurnalisme, AI dan Digitalisasi dalam Isu Lingkungan", salah satu bagian acara Green Press Community di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta, Rabu, 8 November 2023. (Pontianak Globe/Green Press Communit)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Eksistensi Artificial Intelligence (AI), atau kecerdasan buatan, kini tengah menjadi perhatian pengguna teknologi. Salah satu yang ikut bersinggungan adalah kelompok jurnalis.

Menurut peneliti Monash Climate Change Communication Reserach Hub, Derry Wijaya, AI bagaikan pisau bermata dua.

Baca Juga: Potensi Laut Indonesia Dianggap Terpinggirkan

"AI seperti dua sisi pisau. Bisa membunuh atau memasak," kata Derry dalam diskusi "Komunikasi, Jurnalisme, AI dan Digitalisasi dalam Isu Lingkungan", salah satu bagian acara Green Press Community' yang diadakan Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia (The Society of Indonesian Environmental Journalists/SIEJ) di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta, Rabu 8 November 2023.

Derry melanjutkan, yang dihasilkan AI bisa dipergunakan untuk hal baik atau buruk.

Baca Juga: Digitalisasi Beri Segudang Manfaat untuk Pengelolaan Hutan Konservatif

"AI bisa dihasilkan untuk misinformasi atau melawannya," ucap Derry.

Dia melihat, jika dipergunakan dengan baik, AI bisa menyaring informasi hoaks dan ujaran kebencian yang selama ini tersebar di dunia maya.

Derry mencontohkan, banyak misinformasi yang terjadi di media sosial saat pendemi COVID-19. Terutama saat kasusnya meningkat beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Siaran Langsung Liga Europa 2023/2024 Live SCTV Malam ini, Toulouse vs Liverpool dan West Ham vs Olympiacos

"Semakin panik orang semakin naik misimformasi. Seperti waktu Covid-19 saat kasus naik justru misinformasi naik juga. Ini akan berpengaruh terhadap penyakit lain," terang Derry.

Sementara itu, Communication Lead Microsoft Indonesia, Karen Kusnadi menyebut, generative AI merupakan kemampuan teknologi yang memproduksi sesuatu berupa konten.

"Kita bisa menggunakan generatif AI untuk membuat tulisan dan sebagainya," jelas Karen.

Baca Juga: Manchester United Tak Sendirian, Berikut Daftar Tim Elit Kesulitan Menembus Babak 16 Besar Liga Champions 2023

Dia mengibaratkan, generative AI sebagai asisten dan co-pilot.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: Green Press Community

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X