Digitalisasi Beri Segudang Manfaat untuk Pengelolaan Hutan Konservatif

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 9 November 2023 | 20:56 WIB
Direktur KKI-Warsi Adi Junaedi berbicara dalam diskusi "Komunikasi, Jurnalisme, AI, dan Digitalisasi dalam Isu Lingkungan" di acara Green Press Community yang berlangsung di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Setiabudi, Jakarta, Rabu, 8 November 2023. (Pontianak Globe/Green Press Community)
Direktur KKI-Warsi Adi Junaedi berbicara dalam diskusi "Komunikasi, Jurnalisme, AI, dan Digitalisasi dalam Isu Lingkungan" di acara Green Press Community yang berlangsung di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Setiabudi, Jakarta, Rabu, 8 November 2023. (Pontianak Globe/Green Press Community)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Direktur Komunitas Konservasi Indonesia Warsi (KKI-Warsi), Adi Junedi menyampaikan bahwa digitalisasi merupakan hal yang diperlukan untuk merawat lingkungan, khususnya dalam pengelolaan hutan konservatif.

Hal itu disampaikan Adi dalam acara Green Press Community (GPC) bertema "Komunikasi, Jurnalisme, AI dan Digitalisasi dalam Isu Lingkungan" yang berlangsung di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu, 8 November 2023.

Baca Juga: Siaran Langsung Liga Europa 2023/2024 Live SCTV Malam ini, Toulouse vs Liverpool dan West Ham vs Olympiacos

Dia menuturkan, KKI Warsi telah membuat sejumlah program digitalisasi yang berfokus pada lingkungan hidup. Terbaru ada program digitalisasi desa.

Data yang ada di desa ini, kata Adi, bersifat dinamis, hidup, dan aktif. Artinya, data tersebut selalu berkembang dan ter-update otomatis ketika ada perubahan.

Baca Juga: Manchester United Tak Sendirian, Berikut Daftar Tim Elit Kesulitan Menembus Babak 16 Besar Liga Champions 2023

"Hasil program Ini lebih kepada analisis data-data pembangunan berkelanjutan yang bisa memenuhi kehidupan masa kini dan tidak mengancam kebutuhan kehidupan di masyarakat," ujarnya.

"Analisis inj juga bisa menjadi alarm untuk mitigasi bencana itu yang sudah mengancam," sambungnya.

Baca Juga: 10 Alasan Mengapa Life Skill Berenang Wajib Diajarkan kepada Anak Sejak Dini

Saat ini, kata dia, sudah ada 104 desa di 5 provinsi yang telah memanfaatkan digitalisasi desa ini untuk membuat kebijakan dan advokasi pemerintah desa dalam hal lingkungan hidup yang berkelanjutan.

Selain itu, pihaknya juga telah membuat program bernama pohon asuh. Program ini digulirkan untuk mendukung program penghijauan atau reboisasi. Program ini dapat diakses secara online melalui laman pohonasuh.org. Masyarakat yang berminat untuk mengasuh pohon bisa mengunjungi laman tersebut.

Baca Juga: Cara Manchester United Lolos ke 16 Besar Liga Champions UEFA 2023/2024, Jalan Terjal Setan Merah

Sejauh ini, sudah ada sekitar 4.993 pohon adopsi yang tersebar di 19 lokasi, dengan donasi per 1 November 2023 telah mencapai Rp937.415.000. Donasi ini dihimpun dari masing-masing pohonnya sebesar Rp100-200 ribu, dengan waktu asuh selama 1 tahun.

Lebih lanjut, KKI Warsi juga membuat program bernama Guardian yang akan membantu pengelola hutan konservasi dalam memitigasi upaya-upaya kejahatan terhadap lingkungan, salah satunya yakni penebangan hutan ilegal.

Dalam implementasinya, KKI Warsi menggunakan semacam alat pendeteksi suara yang dipasang di atas pohon. Alat ini akan mendeteksi adanya suara di sekitarnya dan mengirimkannya ke ke petugas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: Green Press Community

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X