PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Direktur Komunitas Konservasi Indonesia Warsi (KKI-Warsi), Adi Junedi menyampaikan bahwa digitalisasi merupakan hal yang diperlukan untuk merawat lingkungan, khususnya dalam pengelolaan hutan konservatif.
Hal itu disampaikan Adi dalam acara Green Press Community (GPC) bertema "Komunikasi, Jurnalisme, AI dan Digitalisasi dalam Isu Lingkungan" yang berlangsung di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu, 8 November 2023.
Dia menuturkan, KKI Warsi telah membuat sejumlah program digitalisasi yang berfokus pada lingkungan hidup. Terbaru ada program digitalisasi desa.
Data yang ada di desa ini, kata Adi, bersifat dinamis, hidup, dan aktif. Artinya, data tersebut selalu berkembang dan ter-update otomatis ketika ada perubahan.
"Hasil program Ini lebih kepada analisis data-data pembangunan berkelanjutan yang bisa memenuhi kehidupan masa kini dan tidak mengancam kebutuhan kehidupan di masyarakat," ujarnya.
"Analisis inj juga bisa menjadi alarm untuk mitigasi bencana itu yang sudah mengancam," sambungnya.
Baca Juga: 10 Alasan Mengapa Life Skill Berenang Wajib Diajarkan kepada Anak Sejak Dini
Saat ini, kata dia, sudah ada 104 desa di 5 provinsi yang telah memanfaatkan digitalisasi desa ini untuk membuat kebijakan dan advokasi pemerintah desa dalam hal lingkungan hidup yang berkelanjutan.
Selain itu, pihaknya juga telah membuat program bernama pohon asuh. Program ini digulirkan untuk mendukung program penghijauan atau reboisasi. Program ini dapat diakses secara online melalui laman pohonasuh.org. Masyarakat yang berminat untuk mengasuh pohon bisa mengunjungi laman tersebut.
Baca Juga: Cara Manchester United Lolos ke 16 Besar Liga Champions UEFA 2023/2024, Jalan Terjal Setan Merah
Sejauh ini, sudah ada sekitar 4.993 pohon adopsi yang tersebar di 19 lokasi, dengan donasi per 1 November 2023 telah mencapai Rp937.415.000. Donasi ini dihimpun dari masing-masing pohonnya sebesar Rp100-200 ribu, dengan waktu asuh selama 1 tahun.
Lebih lanjut, KKI Warsi juga membuat program bernama Guardian yang akan membantu pengelola hutan konservasi dalam memitigasi upaya-upaya kejahatan terhadap lingkungan, salah satunya yakni penebangan hutan ilegal.
Dalam implementasinya, KKI Warsi menggunakan semacam alat pendeteksi suara yang dipasang di atas pohon. Alat ini akan mendeteksi adanya suara di sekitarnya dan mengirimkannya ke ke petugas.
Artikel Terkait
Pastor Mikhael Peruhe OFM: Mengilhami Pembaruan Gereja dan Lingkungan Melalui Semangat Fransiskan
Paus Fransiskus Mendorong Perlindungan Anak dan Lingkungan dalam Pidatonya untuk Clinton Global Initiative
Hadapi Ancaman Perubahan Iklim, Presiden Ajak Semua Pihak Jaga Lingkungan
Tinjau Persemaian Mentawir, Presiden: Ini Komitmen Kita pada Lingkungan
Nezar Patria: Teknologi Digital Untungkan Lingkungan, tapi Harus Diawasi
Dewan Pers Ingatkan Jurnalis mesti Amanah dalam Menjaga Kondisi Peradaban Lingkungan