PONTIANAKGLOBE.COM - Kasus pencemaran residu isoprocarb dalam kopi diduga bermula dari perilaku oknum petani yang menyemprotkan insektisida berbahan aktif isoprocard ke tanaman kopi untuk mengusir semut saat panen.
Paparan pada manusia bisa menimbulkan sejumlah gejala klinis.
Pada umumnya, gejala yang muncul serupa dengan tanda keracunan pestisida lainnya.
Melansir berbagai sumber, gejala mulai timbul empat jam setelah paparan.
Namun dalam beberapa kasus, gejala juga bisa timbul 12 jam setelah paparan.
Beberapa jenis insektisida menimbulkan risiko khusus bagi orang dengan masalah paru-paru.
Beberapa gejala paparan ringan insektisida karbamat:
- sakit kepala,
- mual dan muntah,
- lemas,
- diare,
- penglihatan kabur,
- kontraksi pupil mata, dan
- keringat berlebih.
Baca Juga: Bedakan Kelima Jenis dan 4 Warna Plat Nomor Kendaraan yang Akan Segera Diberlakukan
Gejala-gejala di atas bisa disalahartikan sebagai flu, kelelahan karena panas, atau sakit perut pada umumnya.
Pada kasus yang lebih parah, paparan insektisida karbamat juga dapat menimbulkan keluhan pada pernapasan seperti dada yang terasa berat.
Bagi mereka yang sehari-hari bekerja atau kerap bersentuhan dengan insektisida karbamat atau pestisida lainnya disarankan untuk memantau gejala-gejala di atas.
Isoprocarb adalah bahan aktif yang ditemukan dalam insektisida.
Artikel Terkait
Ampas Kopi Jangan Buru-buru Dibuang, Ternyata Banyak Manfaatnya Loh! Satu di Antaranya Sebagai Penyubur Rambut
Benarkah Ada Pencemaran Residu Isoprocarb dalam Kopi Indonesia?