Apa itu Difteri ? Berpotensi Mengancam Nyawa, Ketahui Gejala Difteri, Penyebab dan Faktor Risikonya

photo author
Bima Kresna, Pontianak Globe
- Selasa, 21 Februari 2023 | 20:46 WIB
Vaksinasi Difteri. (Pixabay/Tumisu)
Vaksinasi Difteri. (Pixabay/Tumisu)

Pemeriksaan Difteri

Dokter dapat menduga pasien terkena difteri jika terdapat lapisan abu-abu di tenggorokan atau amandelnya.

Namun, untuk memastikannya, dokter akan melakukan pemeriksaan usap atau swab tenggorok.

Pemeriksaan usap tenggorok dilakukan dengan mengambil sampel lendir dari tenggorokan pasien, untuk kemudian diteliti di laboratorium.

Penanganan Difteri

Difteri tergolong penyakit serius dan harus diatasi sesegera mungkin.

Menurut data statistik, 1 dari 10 pasien difteri meninggal dunia meski telah mendapat pengobatan.

Beberapa jenis pengobatan yang dilakukan untuk menangani difteri adalah :

1.      Suntik antiracun

Dokter akan memberikan suntik antiracun (antitoksin) difteri guna melawan racun yang dihasilkan oleh bakteri difteri.

Sebelum suntik dilakukan, pasien akan menjalani tes alergi kulit untuk memastikan tidak ada alergi terhadap antitoksin.

2.      Antibiotik

Dokter akan memberikan antibiotic untuk membunuh bakteri difteri dan mengatasi infeksi.

Perlu diingat, antibiotik harus dikonsumsi sampai habis sesuai resep dokter, guna memastikan tubuh sudah bebas dari penyakit difteri.

Dua hari setelah pemberian antibiotik, umumnya penderita sudah tidak lagi bisa menularkan penyakit difteri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Bima Kresna

Sumber: yankes.kemkes.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Waspadai Gangguan Kardiovaskuler

Rabu, 16 Juli 2025 | 20:55 WIB
X