Cek Kapan Kamu Ultah! Mulai 10 Februari! Pemerintah Beri Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas dan Klinik

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 5 Februari 2025 | 20:45 WIB
Ilustrasi stetoskop yang digunakan tenaga kesehatan untuk memeriksa pasien. (Pixabay)
Ilustrasi stetoskop yang digunakan tenaga kesehatan untuk memeriksa pasien. (Pixabay)

Mekanisme dan Tahapan Pemeriksaan

Program PKG dibagi dalam tiga kategori, yaitu anak-anak, dewasa, dan lansia.

  • Anak-anak: Pemeriksaan dilakukan di sekolah saat tahun ajaran baru untuk menghindari penumpukan di Puskesmas.
  • Dewasa dan lansia: Pemeriksaan dilakukan di Puskesmas dan klinik, dengan syarat hanya membawa KTP dan mengunduh aplikasi SatuSehat.
  • Pemeriksaan berdasarkan ulang tahun: Masyarakat dewasa dapat memanfaatkan layanan ini bertepatan dengan tanggal lahir mereka.

Pemerintah menyiapkan 10.000 Puskesmas dan 15.000 klinik untuk menjalankan program ini di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Mulai 2025, Penerimaan Murid Baru Pakai SPMB dan Libatkan Sekolah Swasta, Ini Perbedaannya dengan PPDB

Namun, Budi menegaskan bahwa pemeriksaan ini bersifat skrining, bukan diagnosa atau pengobatan.

Jika ditemukan indikasi penyakit, pasien disarankan untuk mendaftar BPJS agar bisa mendapatkan perawatan lanjutan.

“Yang dilakukan sekarang ini hanya skrining. Misalnya, jika kadar gula darah seseorang tinggi, maka perlu pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter sebelum diberikan pengobatan,” jelasnya.

Pemeriksaan Fisik dan Mental

Selain pemeriksaan fisik, program ini juga mencakup skrining kesehatan mental, terutama untuk anak-anak di Sekolah Dasar.

Data menunjukkan 1 dari 10 warga Indonesia mengalami gangguan kecemasan, sehingga pemeriksaan psikis menjadi bagian penting dari program ini.

Untuk warga berusia di atas 40 tahun, pemeriksaan juga mencakup skrining kanker, terutama:

  • Kanker payudara dan serviks (wanita)
  • Kanker paru dan kolorektal (pria)

Selain layanan pemeriksaan, pemerintah juga akan mendistribusikan alat kesehatan baru ke 10.000 Puskesmas, termasuk hematology analyzer, blood chemical analyzer, EKG, serta alat kesehatan ibu dan anak.

“Kami akan membagikan alat USG ke seluruh Puskesmas dalam 18 bulan ke depan, sehingga layanan kesehatan lebih merata,” ujar Budi.

Budi memastikan bahwa pihaknya akan terus mengevaluasi program ini agar berjalan dengan optimal.

Pemerintah juga terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat maupun Puskesmas di 514 kabupaten/kota.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Waspadai Gangguan Kardiovaskuler

Rabu, 16 Juli 2025 | 20:55 WIB
X