“Penilaian didasarkan tugas yang telah kami bobot sesuai dengan yang berlaku. Ada empat tugas. Masing-masing dikumpulkan sesuai dengan jadwal ujian dari Prodi”
“Karena semua berupa tugas mandiri, ada kemungkinan ada tergoda untuk ‘ber-copy paste’. Bahkan mungkin, ada yang semacam plagiat. Itu pilihan masing-masing”. Berhenti sejenak.
“Namun, kalau saya boleh memberi saran, mari kita berusaha menghormati diri sendiri. Menghormati harkat dan martabat sendiri”.
“Terkait dengan tugas, semua pekerjaan hasil copy paste atau plagiat, jika sedang sial, kami menemukannya, tidak akan dinilai. Sebaliknya, harus mengerjakan ulang”
“Daftar rencana materi juga sudah disertakan. Demikian juga dengan referensi sudah disertakan pada panel-panel selanjutnya. Jika ada usul mengubah atau menambah materi silahkan sampaikan pada pertemuan minggu depan”
Kuliah malam ini berjalan lancar. Kelas diakhiri pukul 21:00. Para mahasiswa meninggalkan ruang dengan wajah beragam. Ada yang sumringah puas ada juga yang seperti kebingungan.
Lima belas menit kemudian, kami pun meninggalkan ruang kelas. Sebelum mengunci pintu, Prof. Baik memadamkan semua lampu, kecuali lampu tengah.
Malam ini, saya mendapat kesempatan menyaksikan contoh pelayanan prima seorang guru besar.
Paparan materi yang tuntas. Jelas apa yang akan dilakukan. Kelas sudah mendapatkan satu kosa kata yang sama.
Hal lain yang berkaitan dengan keadaan ruang kelas pun dilakukan. Termasuk, membersihkan papan tulis, serta memunguti tisu bekas yang ditinggalkan mahasiswa begitu saja. Kelas langsung siap pakai lagi.
Di atas ranjang, saya bertanya dalam hati, mampukah saya menirunya?
Pakem Tegal, 17 Nov 2022
* Penulis adalah pensiunan dosen di FKIP Untan. Menyelesaikan program doktor di Monash University, Australia. Penerima Colombo Plant Scholarship.
Artikel Terkait
Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian-1): Ricard Wood, Merasakan Dorongan Lembut untuk Berlutut dan Berdoa
Para Musyafir Pulang ke Roma (bagian-2): David Minirth Terpesona Familiaris Consortio, Paus Yohanes Paulus II
Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian-3): Jack Amstrong Menjadi Percaya Setelah Mendalami Sejarah
Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian-4): Bill Alkire dapat Pencerahan Setelah Berdebat dengan Pria Lusuh
Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian 5): Bob Grodi Ketakukan Akhir Zaman, Temukan Pengakuan Dosa Alkitabiah
Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian-6): Frank Howatt Menemukan Kedamaian, Merasa Nyaman, Damai, dan Teduh
Profesor Baik Hati (Bagian 1): Akuntabel Banget