Oleh: Leo Sutrisno
PONTIANAKGLOBE.COM -- Hari ini, hari pertama saya turut kuliah Prof Baik Hati. Kelas metodologi penelitian kuantitatif bagi S2 Filsafat dan religiositas.
Pukul 18:30, saya sudah di depan ruang kerja Prof Baik Hati. Ternyata ia pun sudah menunggu saya.
“Selamat sore! Mas. Ayo, kita langsung ke kelas. Paling ujung, sana!” Ajaknya sambil mengarahkan ujung tangan kanan ke arah lorong sebelah kanan kantornya.
Sambil berjalan, Prof Baik Hati berkata,
“Mahasiswa kelas ini, banyak yang lebih tua dari kita. Tetapi, tak apa. Kita layani saja.”
”Nah, ini ruangnya.” Katanya.
Para mahasiswa bergegas masuk ke kelas. Ada yang mendahului kami. Tetapi juga banyak yang ada di belakang kami.
“Selamat petang, saudara semua. Masih kurang lima menit lagi ya? Kita tunggu sebentar,” katanya.
Tepat pukul 19:00, ia berdiri.
“Saudara semua, sekali lagi selamat petang. Mari kita mulai kelas ini. Ini pertemuan pertama kelas kita, ya? Kelas penelitian kuantitatif di bidang filsafat dan religiusitas,” Katanya membuka pertemuan.
“Kenalkan, saya Baik Hati, maaf, itu Cuma nama, ya. Saya tidak sebaik arti kata itu,” Lanjutnya. “Doakan, dapat seperti nama itu”
“Amin, amin, amin” Sahut beberapa mahasiswa dengan lantang.
“Terima kasih! Nah, di samping saya Doktor Greg, Gregori. Yang mengambil S3 penelitian kuantitatif di ANU”.
“Masih muda, sebaya dengan anak beberapa kawan di kelas ini. Mungkin tadi ada yang menyangka mahasiswa, ya,” katanya.
Artikel Terkait
Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian-1): Ricard Wood, Merasakan Dorongan Lembut untuk Berlutut dan Berdoa
Para Musyafir Pulang ke Roma (bagian-2): David Minirth Terpesona Familiaris Consortio, Paus Yohanes Paulus II
Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian-3): Jack Amstrong Menjadi Percaya Setelah Mendalami Sejarah
Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian-4): Bill Alkire dapat Pencerahan Setelah Berdebat dengan Pria Lusuh
Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian 5): Bob Grodi Ketakukan Akhir Zaman, Temukan Pengakuan Dosa Alkitabiah
Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian-6): Frank Howatt Menemukan Kedamaian, Merasa Nyaman, Damai, dan Teduh
Profesor Baik Hati (Bagian 1): Akuntabel Banget