“Selama semester ini, doktor Greg akan bersama kita, mendalami penelitian kuantitatif, suatu pengetahuan yang masih diperdebatkan di kalangan kita. Tetapi, saya memutuskan untuk kita dalami bersama-sama. Saya yakin kita semua akan dicerahkan,” katanya.
“Mari kita mulai! Doktor Greg bisa duduk dimana saja,” sambungnya,
Saya mencari tempat duduk yang kosong di barisan belakang. Siap menyimak apa yang akan terjadi di kelas ini, kemudian.
“Sekali lagi, kelas ini adalah kelas penelitian kuantitatif dalam bidang filsafat dan religiusitas. Saudara yang keliru masuk dipersilahkan meninggalkan kelas ini. Silahkan!” Kata Prof Baik hati sambil tetap berdiri.
Ada tiga orang mahasiswa yang keliru kelas. Sambil mengangguk hormat mereka meninggalkan ruangan.
Prof Baik Hati bersiap membagikan hand out kepada semua mahasiswa. Saya bergegas membantunya.
Di layar tampil PPT kedua dari hand out. Sambil mengarahkan crusor anah panah, Pro Baik Hati melanjutkan.
“Ini nama mata kuliah, Penelitian kuantitatif di bidang filsafat dan religiusitas”.
“Tiga SKS. Sempai akhir semester kita akan selalu bertemu di ruang ini tiap Senin dari pukul 19:00 hingga pukul 21:00”. Berhenti sejenak.
Seorang mahasiswa, yang duduk di dekat pintu masuk, mengangkat tangannya.
“Ya! Silahkan, Pak” Kata Prof. Baik
“Prof, maaf, mungkinkah waktu mulai diundur sekitar lima sepuluh menit. Untuk memberi waktu kawan yang sembahyang atau yang terlambat karena gangguan di jalan?”
“Baik! Sebaiknya dimulai pukul berapa?” Tanya Prof. Baik.
“Pukul 19:10 atau 19:15, Prof. Terima kasih!” Jawabnya.
“Kita sepakati bersama, ya, kuliah dimulai pukul 19:15 dan berakhir pukul 21:00. Saya berharap tidak ada yang akan terlambat. Kecuali ada alasan khusus.” Diam sejenak.
Artikel Terkait
Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian-1): Ricard Wood, Merasakan Dorongan Lembut untuk Berlutut dan Berdoa
Para Musyafir Pulang ke Roma (bagian-2): David Minirth Terpesona Familiaris Consortio, Paus Yohanes Paulus II
Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian-3): Jack Amstrong Menjadi Percaya Setelah Mendalami Sejarah
Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian-4): Bill Alkire dapat Pencerahan Setelah Berdebat dengan Pria Lusuh
Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian 5): Bob Grodi Ketakukan Akhir Zaman, Temukan Pengakuan Dosa Alkitabiah
Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian-6): Frank Howatt Menemukan Kedamaian, Merasa Nyaman, Damai, dan Teduh
Profesor Baik Hati (Bagian 1): Akuntabel Banget