edukasi

Sudah Tahu Sejarah Debus di Indonesia ? Ternyata Ada Sejak Kesultanan Banten Dipimpin Sultan Agung Tirtayasa

Jumat, 9 Desember 2022 | 21:19 WIB
Ilustrasi debus. (Pixabay/panjiarista)

PONTIANAKGLOBE.COM - Sobat Globe, tahukah kamu, debus merupakan warisan budaya Indonesia pada tahun 2013 dengan nomor registrasi 201300020, domain Seni Pertunjukan dari Provinsi Banten.

Di dalam artikel ini, kamu akan mengenal lebih jauh tentang debus.

Termasuk sejarah debus di Indonesia dan perkembangannya hingga saat ini sebagai bagian dari kebudayaan Nusantara.

Dilansir laman warisanbudaya.kemdikbud.go.id, kata debus sebenarnya adalah nama sebuah alat yang terbuat dari besi sepanjang 40 cm dengan ujung yang runcing.

Pada pangkalnya diberi alas (dudukan) dari kayu yang diperkuat dengan lilitan pelat baja, agar tidak cepat terbelah jika dipukul.

Di dalam permainan besi itu ditusukan kebagian-bagian tubuh, bahkan dipalu bagian pangkalnya, agar bisa menembus bagian-bagian tubuh yang ditusuk.

Anehnya, walaupun tubuhnya tertembus alat itu pemain tidak merasa sakit dan tidak mengalami cedera.

Padahal, dialaminya dalam keadaan sadar.

Kata Debus merupakan perubahan arti dari kata Tembus.

Sejarah Debus di Indonesia

Pada abad XVII Masehi (tahun 1651 -1652) ketika Sultan Agung Tirtayasa memegang tampuk pemerintahan di Kesultanan Banten, sengaja diciptakan satu bentuk latihan bagi prajurit Banten ialah latihan perang atau perkelahian dengan menggunakan alat yang disebut Debus.

Selain alat-alat lain seperti pedang, golok, keris, tombak, dan sebagainya.

Dalam latihan itu mereka berpasang-pasangan, kadang perang campuk.

Dengan ketabahan, keuletan, dan keimanan yang kuat kepada Tuhan mereka dapat mengatasi segala ujian itu.

Jadi pada mulanya Debus diciptakan untuk mempertahankan negara (peperangan).

Halaman:

Tags

Terkini