Fakta dan Fiksi tentang Kebudayaan

photo author
Jans Angkamor Bong, Pontianak Globe
- Senin, 5 Agustus 2024 | 17:25 WIB
H.Y. Suhendra. Dosen Filsafat dan Metodologi S2 & S3 SKSG Universitas Indonesia dan Unika Santo Agustinus Hippo, Kalbar.
H.Y. Suhendra. Dosen Filsafat dan Metodologi S2 & S3 SKSG Universitas Indonesia dan Unika Santo Agustinus Hippo, Kalbar.

Peradaban telah pula ikut merubah jejak langkah kebudayaan makan(an) manusia. Dan kini, dalam masyarakat di mana realitas adalah juga yang di-imajinasi-kan dan di-fantasi-kan (Nestor, 124-5, 2006), menyantap mi (secara) instan seolah sudah dapat merasai burger, pizza, sausage grill atau nasi uduk.

Sebuah fakta dan fiksi tentang kebudayaan. Fictio berarti juga sesuatu yang dikonstruksikan, ditemukan, dibuat, selain juga dibuat-buat. Fiksi adalah fiksi, tapi fakta juga fiksi.

By. Media Center San Agustin.
Ditulis: H.Y. Suhendra. Dosen Filsafat dan Metodologi S2 & S3 SKSG Universitas Indonesia dan Unika Santo Agustinus Hippo, Kalbar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jans Angkamor Bong

Tags

Rekomendasi

Terkini

X