Disfungsi lengan apabila tidak cepat untuk ditangani berakhir pada gangguan sarap memicu pada kelumpuhan ringan.
Posisi belakang lengan
Secara penglihatan pasien begitu bugar, tidak ditemukan wajah yang mengalami disfungsi lengan. Namun setelah dilakukan pemeriksaan gerakan, ternyata lengan tidak mampu untuk diangkat dengan sendirinya.
Pemijat memerlukan tenaga yang sangat kuat dalam membangkitkan sirkulasi aliran darah dan aliran sarap pasien akibat ketegangan berlebihan pada kekakuan otot.
Penggunaan teknik pengelusan dalam mencari titik kekakuan ternyata banyak ditemukan.
Bermula pada, otot leher, otot bahu, otot dibawah sendi siku, otot atas sendi siku, dan otot bahu bawah posisi belakang lengan.
Teknik menekan dengan genggaman ujung jari dalam peregangan tidak dapat dilakukan pada bahu bawah bagian belakang lengan karena ketegangan sangat kuat, hal ini sangat diperlukan karena titik saraf pemicu pergerakan lengan.
Namun pada penggunaan teknik siku atas dan bawah dapat mengatasi hal tersebut.
Setelah dilakukan pasien merasa semua ketegangan dan kekakuan dapat teratasi, dibuktikannya gerakan lengan yang lebih luas dari sebelumnya.
By. Jayadi – Dosen PJKR San Agustin.