Pelukan Kampus, ini Cuplikan Cerita Mahasiswi AKUB, Hardianti Murti

photo author
Jans Angkamor Bong, Pontianak Globe
- Jumat, 5 Juli 2024 | 18:39 WIB
Mahasiswi AKUB Semester 4 (2024) (Media Center San Agustin)
Mahasiswi AKUB Semester 4 (2024) (Media Center San Agustin)

PONTIANAKGLOBE.COM, Media Center San Agustin | Pontianak, Jumat 5 Juli 2024 – Di sini, saya bukan hanya belajar dari buku, tetapi juga dari pengalaman bersama teman-teman dalam organisasi. 

Di balik ‘menyala’-nya motto San Agustin bersama keheningan intelektual kampus Akademi Keuangan dan Perbankan Graha Khatulistiwa Pontianak (AKUB), cerita inspiratif seorang mahasiswi muda, Hardianti Murti (22), menghiasi pelengkapan almamaternya.

Sebagai anak ketiga dari lima bersaudara, Murti berasal dari Landak Kecamatan Sompak, menemukan panggilan hatinya di AKUB setelah meniti perjalanan yang penuh keberanian, keteguhan dan harapan.

"Awalnya, saya mencoba untuk mendaftar di Kampus lain, namun takdir membawaku ke AKUB. Berkuliah di sini memberikan pengalaman yang tak ternilai," ujar Murti dalam wawancara Senin 01 Juli 2024 dengan senyum tulusnya, menggambarkan kegembiraannya dalam menapaki pendidikan tinggi.

Selama perjalanan kuliahnya, Murti tidak hanya menikmati atmosfer hingga panorama yang menyenangkan di kampus, tetapi dia juga mengapresiasi kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu langsung di Bank Mandiri cabang Sidas.

Pendidikan yang menghidupkan

Menurutnya Pengalaman ini memberinya wawasan yang mendalam tentang praktik dunia perbankan yang sesungguhnya.

Dengan mata berbinar, dia menceritakan pengalamannya belajar di Bank Mandiri cabang Sidas, di mana ilmu yang diajarkan di kelas mampu hidup dan bernyawa.

Banyak dimensi kata yang sebenarnya ingin diungkapkan Murti, misalnya dia tak hanya berfokus pada akademis, Murti aktif dalam kegiatan organisasi di kampus, baru-baru ini dilantik sebagai bendahara Senat Mahasiswa AKUB.

"Saya bangga bisa berkontribusi dalam organisasi ini, belajar dari teman-teman sekaligus memperluas jaringan," ungkapnya dengan senyum malu-malunya (01/07/24).

Di tengah dinamika kehidupan kampus yang multi-kultural, Murti merasa diterima dengan baik meskipun memiliki latar belakang agama yang berbeda.

"Di AKUB, saya merasa seperti keluarga, tempat di mana semua bisa tumbuh bersama tanpa terbatas oleh perbedaan," paparnya (01/07/24).

Sebagai mahasiswi muslim yang taat, Murti juga mengungkapkan harapannya untuk bisa menjadi kebanggaan bagi orang tua. Pesan tersirat yang disampaikannya tentang berkuliah di AKUB yakni belajar  tidak hanya tentang ilmu, tetapi juga tentang kehidupan.

Pengalamannya yang kini masuk semester empat, baik dalam kelas maupun interaksi dengan dosen, dia merasa betul bahwa kampus ini bisa saling menghargai untuk tumbuh bersama di bawah naungan ilmu pengetahuan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jans Angkamor Bong

Tags

Rekomendasi

Terkini

X