daily-vibes

Kabut Asap Karhutla Selimuti Banjarbaru, Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya

Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:25 WIB
Kondisi kabut asap tebal akibat karhutla di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. (Threads/fahmi.mhfz - apluklat)

PONTIANAKGLOBE.COM, KALIMANTAN SELATAN -- Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Kondisi tersebut ramai dikeluhkan warga melalui berbagai platform media sosial. Pekatnya asap disebut mengganggu jarak pandang hingga membuat pengendara harus lebih berhati-hati saat melintas.

Baca Juga: Dua Hari Bernapas dalam Seni: Catatan Personal dari LCAF #4 Kubu Raya

Sejumlah wilayah yang terdampak kabut asap antara lain Kecamatan Landasan Ulin, Liang Anggang, Pengayuan, hingga kawasan perbatasan Banjarbaru dengan Kabupaten Tanah Laut.

Jarak Pandang Terganggu Kabut Asap

Sejumlah unggahan warga di media sosial Threads memperlihatkan kondisi jalan yang diselimuti kabut asap. Salah satunya diunggah akun @fahmi.mhfz pada Rabu, 19 Agustus 2026.

“Asap karhutla di Kalimantan sudah di fase yang mengkhawatirkan, jarak pandang cuma 1-2 meter untuk hari Rabu 19 Agustus 2026, Sungai Tabuk, Kalimantan Selatan,” tulisnya.

Unggahan serupa dibagikan akun Threads @alfanegita yang memperlihatkan suasana jalan raya dengan udara berwarna abu-abu kekuningan akibat asap kebakaran.

“Ya Allah asap pagi ini, bengep bener dah. Ini pemerintah Banjarbaru dan Kalsel udah ada gerakannya belum sih buat kebakaran dan asap-asap ini? Bener bener dah,” tulisnya.

Warga lainnya mengungkap kondisi kabut asap pada Rabu pagi disebut lebih parah dibandingkan hari-hari sebelumnya.

“Pagi ini dari Banjarbaru-Banjarmasin asap karhutla di mana-mana. Masker udah tiga lapis, tapi baunya masih menusuk di hidung,” tulis akun Threads @apluklat.

Baca Juga: KIPP Perkuat Mitigasi Karhutla di Kayong Utara, Warga Dilatih hingga Dukung Operasi Pemadaman

“Udah sebulan lebih kayaknya asap karhutla berlangsung, tapi hari ini yang terparah. Jarak pandang di beberapa spot bahkan gak lebih dari 10 meter. Video diambil di Jl. A. Yani depan Bandara Syamsudin Noor, pesawat gak kelihatan sama sekali dan sepertinya gak bisa terbang,” sambungnya.

Warga Mulai Khawatir Gangguan Kesehatan

Pekatnya kabut asap juga memicu kekhawatiran warga terhadap dampaknya bagi kesehatan, terutama akibat paparan asap dalam waktu lama.

Halaman:

Tags

Terkini

MBG Perlu Evaluasi Model, Bukan Sekadar Dapur

Jumat, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB