Kabut Asap Karhutla Selimuti Banjarbaru, Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya

photo author
Patrisia Yosi, Pontianak Globe
- Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:25 WIB
Kondisi kabut asap tebal akibat karhutla di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.  (Threads/fahmi.mhfz - apluklat)
Kondisi kabut asap tebal akibat karhutla di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. (Threads/fahmi.mhfz - apluklat)

Sejumlah warganet mengaku mengalami gangguan pernapasan setelah kondisi udara memburuk.

“Bangun pagi kaget banget batuk-batuk sesak, lihat ke luar kayak gini. Langsung tutup jendela. Takut banget kena ISPA,” tulis akun @soulwander_ind.

Warganet lainnya menilai persoalan kabut asap akibat karhutla tidak lagi sebatas mengganggu jarak pandang, tetapi juga berpotensi mengancam kesehatan masyarakat.

“Kondisi Kalimantan saat ini. Asap tebal akibat ribuan titik api karhutla bukan lagi soal jarak pandang, tapi ancaman kesehatan serius bagi warga,” tulis akun @nanadongezz.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kualitas udara di Kota Banjarbaru pada Rabu, 19 Agustus 2026 berada dalam kategori berbahaya.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I BMKG Kalimantan Selatan, Klaus Johannes Apoh Damanik, mengatakan konsentrasi PM2.5 di Banjarbaru mencapai 389,4 mikrogram per meter kubik pada pukul 07.00 WITA.

“Konsentrasi PM2.5 di Banjarbaru mencapai 389,4 mikrogram per meter kubik pada pukul 07.00 WITA dan masuk kategori berbahaya, jauh melampaui ambang batas 250,5 mikrogram per meter kubik untuk kategori tersebut,” ujar Klaus dalam keterangannya, Rabu, 19 Agustus 2026.

Atas kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan. Warga juga diminta menggunakan masker medis N95 atau KN95 ketika harus beraktivitas di luar rumah.

“Gunakan masker, menjaga imunitas dengan pola hidup sehat, serta tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan yang bisa memperburuk kualitas udara,” tandasnya. ***

 
 
 
 

Traktir kopi Dukung Jurnalisme Terus Berkarya
Halaman:
Dua Hari Bernapas dalam Seni: Catatan Personal dari LCAF #4 Kubu Raya

Artikel Selanjutnya

Dua Hari Bernapas dalam Seni: Catatan Personal dari LCAF #4 Kubu Raya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Patrisia Yosi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Lihat Semua

Terpopuler

X