PONTIANAKGLOBE.COM, NUSA TENGGARA TIMUR -- Di tengah semarak menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, duka menyelimuti masyarakat Indonesia menyusul gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).
Gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang berpusat di Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, pada Sabtu (15/8/2026) dini hari tersebut telah menewaskan puluhan orang.
Baca Juga: Polisi Amankan Siswa Terduga Pelaku Perundungan di SMK Kebumen
Berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu (16/8/2026) pukul 14.30 WIB, jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang.
Korban tewas tersebar di Kabupaten Manggarai sebanyak 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka tiga orang, Ngada satu orang, dan Ende satu orang.
Dampak gempa juga terlihat dari kerusakan sejumlah bangunan. BNPB mencatat 157 rumah warga dan 87 fasilitas pendidikan mengalami kerusakan, selain sejumlah fasilitas umum lainnya.
Lima Bandara Terdampak
Gempa juga berdampak pada sejumlah fasilitas transportasi udara di NTT.
Berdasarkan catatan Kementerian Perhubungan, terdapat lima bandar udara yang terdampak gempa, yakni Bandar Udara Komodo-Labuan Bajo, Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman-Ende, Bandar Udara Umbu Mehang Kunda-Waingapu, Bandar Udara Frans Sales Lega-Ruteng, dan Bandar Udara Soa-Bajawa.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menjelaskan sejumlah kerusakan yang dilaporkan berupa retakan dan kerusakan pada bangunan terminal, gedung administrasi, gedung Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK), serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya.
"Seluruh personel penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di lokasi yang terdampak dilaporkan dalam kondisi selamat," kata Lukman dalam keterangan resminya, Minggu (16/8/2026).
Dari sisi pelayanan navigasi penerbangan, sejumlah unit pelayanan juga terdampak, yakni Cabang Pembantu Labuan Bajo, Cabang Pembantu Ende, Unit Maumere, Unit Bajawa, dan Unit Ruteng.
Baca Juga: Dasco Minta Keselamatan Warga Jadi Prioritas Penanganan Gempa NTT
Bencana tersebut turut mengundang solidaritas masyarakat. Dukungan diberikan melalui berbagai aksi donasi maupun doa bagi keselamatan dan pemulihan para korban gempa NTT.
Di tengah bencana tersebut, perhatian publik juga kembali tertuju pada sejarah gempa bumi yang pernah melanda NTT, wilayah yang dikenal sebagai Tanah Nusa Cendana.