Gempa M 7,7 Guncang NTT, 38 Orang Meninggal Dunia dan 2.000 Warga Mengungsi

photo author
Patrisia Yosi, Pontianak Globe
- Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:05 WIB
Proses pencarian dan evakuasi korban gempa NTT oleh Basarnas. (SAR Maumere)
Proses pencarian dan evakuasi korban gempa NTT oleh Basarnas. (SAR Maumere)

PONTIANAKGLOBE.COM, NUSA TENGGARA TIMUR -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026 sekitar pukul 04.58 WIB.

Gempa tersebut menyebabkan sejumlah bangunan milik warga dan fasilitas umum mengalami kerusakan hingga ambruk. Akses jaringan komunikasi juga sempat terganggu setelah gempa dan kini secara bertahap diupayakan kembali normal.

Baca Juga: Gempa M 7,7 Guncang NTT, Wisatawan Pulau Padar Berhamburan hingga Warga Mengungsi

Selain menimbulkan kerusakan infrastruktur, gempa tersebut juga mengakibatkan korban jiwa.

38 Orang Meninggal Dunia, 2.000 Warga Mengungsi

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Sabtu, 15 Agustus 2026 sore, sebanyak 38 orang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa.

BNPB juga mencatat dua orang mengalami luka berat, 11 orang luka ringan, serta sekitar 2.000 warga mengungsi secara mandiri.

“Korban jiwa sampai dengan pukul 15.00 WIB, terdata ada 38 jiwa meninggal dunia. Dua jiwa luka berat, 11 luka ringan, dan kurang lebih ada 2.000 jiwa yang mengungsi secara mandiri,” ujar Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto dalam keterangannya kepada awak media pada Sabtu (15/8/2026).

Menurut data sementara BNPB, korban meninggal dunia terbanyak berasal dari Kabupaten Manggarai Timur, yakni 17 orang.

Sementara itu, di Kabupaten Sikka tercatat tiga orang meninggal dunia dan dua orang mengalami luka ringan.

Di Kabupaten Manggarai, terdapat 16 orang yang meninggal dunia. Enam di antaranya masih dalam proses identifikasi.

Baca Juga: Gempa M7,7 Guncang NTT, Pengunjung Hotel di Labuan Bajo Berhamburan

Sementara itu, Kabupaten Ende dan Manggarai Barat masing-masing mencatat satu korban meninggal dunia.

Proses pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan. Dengan demikian, jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah seiring dengan perkembangan penanganan dan pendataan di lapangan.

Kerusakan Akibat Gempa Masih Didata

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Patrisia Yosi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X