PONTIANAKGLOBE.COM, PAPUA -- Sebagian orang meyakini bahwa berbagi kepada sesama tidak harus menunggu berkelimpahan secara materi. Sesuatu yang sederhana pun dapat menjadi sangat berarti ketika dilakukan dengan ketulusan.
Hal tersebut tergambar dari kisah yang dibagikan Ajup Antukali, seorang guru di Papua, melalui media sosial. Ia menceritakan momen ketika para siswanya datang ke sekolah membawa sayur dan buah hasil kebun untuk diberikan kepada guru.
Baca Juga: Misa Inkulturasi di Kuta, Saat Iman Katolik Berjalan Bersama Budaya Bali
Kisah tersebut kemudian menarik perhatian publik karena memperlihatkan ketulusan anak-anak di tengah kehidupan yang sederhana.
“Papua tidak kekurangan sayur dan buah untuk makanan bergizi,” tulis Ajup dalam unggahan Instagram @guru.papua, dikutip Kamis, 13 Agustus 2026.
Wujud Berbagi dari Kesederhanaan
Ajup menuturkan, para siswa datang ke sekolah dengan membawa berbagai hasil kebun mereka.
Menurutnya, pemberian tersebut bukan sekadar bentuk balas budi kepada guru dan bukan pula karena diminta. Anak-anak itu melakukannya karena memahami arti berbagi.
“Di pedalaman Papua, saya belajar bahwa kekayaan bukan selalu diukur dari apa yang dimiliki, tetapi dari hati yang mau berbagi,” ungkap Ajup.
“Mereka melakukannya karena mereka memahami arti berbagi, meskipun hidup dalam kesederhanaan,” sambungnya.
Hasil Bumi Papua Melimpah
Bagi Ajup, momen tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Papua memiliki potensi pangan lokal yang melimpah.
Baca Juga: Supriadi Terpilih Aklamasi Jadi Ketua PWI Kabupaten Ketapang Periode 2026-2029
“Alam telah menyediakan sayur, buah, umbi-umbian, dan berbagai hasil bumi yang melimpah,” tutur Ajup.
Menurutnya, potensi tersebut perlu dijaga dan dimanfaatkan secara bijaksana agar terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Artikel Terkait
Pegawai Diskominfo Kukar Diduga Bakar Ruang Rapat, Polisi Dalami Motif
11 Kantor Pemkab Puncak Papua Tengah Dibakar Massa, Polisi Ungkap Kronologinya
Supriadi Terpilih Aklamasi Jadi Ketua PWI Kabupaten Ketapang Periode 2026-2029
Misa Inkulturasi di Kuta, Saat Iman Katolik Berjalan Bersama Budaya Bali
Kunjungi SDK Lewouran, Padre Marco Ajak Siswa Berani Bermimpi dan Mencintai Kampung Halaman
Pulang ke Lewouran, Padre Marco Pimpin Misa dan Rayakan HUT ke-58 Bersama Umat