PONTIANAKGLOBE.COM, TANGERANG -- Linimasa media sosial tengah dirundung duka setelah seorang siswi SMK berinisial AP (16) meninggal dunia usai tertemper kereta rel listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan (Tangsel).
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 10 Agustus 2026 sore. Korban disebut tertemper KRL yang sedang melintas di area stasiun sekitar pukul 16.45 WIB.
Baca Juga: Puncak HAN ke-42 Kalbar: UPT Taman Budaya Sukses Gelar Gelar Anak Khatulistiwa
Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui kronologi dan penyebab pasti kejadian.
Kapolres Metro Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo mengatakan, polisi telah melakukan identifikasi korban, pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), serta meminta keterangan sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi.
Boy meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan mengenai keberadaan korban di sekitar jalur rel sebelum seluruh bukti dan keterangan diperiksa.
"Belum bisa diketahui dulu ya, kita lagi mengecek," kata Boy kepada awak media di Tangsel, Rabu, 12 Agustus 2026.
"Nanti kalau sudah ada identifikasi, pengecekan, penyelidikan, saksi-saksi dan sebagainya baru kita bisa menyimpulkan," tambahnya.
Jenazah AP telah dievakuasi dari lokasi dan dibawa ke RSUD Tangerang Selatan untuk proses identifikasi serta pemeriksaan lebih lanjut.
Sampai saat ini, polisi belum menyampaikan kesimpulan resmi mengenai penyebab peristiwa tersebut.
Baca Juga: Rumah Diduga Digeruduk Massa Imbas Kontroversi Tantangan Hafalan Al-Qur'an, Polisi Beri Penjelasan
Unggahan Medsos Diduga Milik Korban Disorot
Di tengah proses penyelidikan, sejumlah unggahan media sosial yang diduga dibuat AP sebelum kejadian turut menjadi perhatian warganet.
Salah satunya berupa kalimat berbahasa Inggris yang disebut diunggah sekitar satu jam sebelum insiden.
'Sorry If Your Train Got Delayed'
Artikel Selanjutnya
Pegawai Diskominfo Kukar Diduga Bakar Ruang Rapat, Polisi Dalami Motif
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Artikel Terkait
Pegawai Diskominfo Kukar Diduga Bakar Ruang Rapat, Polisi Dalami Motif
Polisi Ekshumasi Jenazah Sutrimo, Pria yang Disebut Karumga Eks Jampidsus Kejagung
11 Kantor Pemkab Puncak Papua Tengah Dibakar Massa, Polisi Ungkap Kronologinya
Pulang ke Lewouran, Padre Marco Pimpin Misa dan Rayakan HUT ke-58 Bersama Umat
Rumah Diduga Digeruduk Massa Imbas Kontroversi Tantangan Hafalan Al-Qur'an, Polisi Beri Penjelasan
Puncak HAN ke-42 Kalbar: UPT Taman Budaya Sukses Gelar "Gelar Anak Khatulistiwa"