Dalam unggahan yang beredar, akun yang diduga milik AP menuliskan:
"Bout to attempt, sorry if your train got delayed."
Kalimat tersebut kurang lebih bermakna permintaan maaf apabila perjalanan kereta mengalami keterlambatan.
Unggahan itu kemudian dikaitkan warganet dengan peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.45 WIB.
Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi dari kepolisian yang memastikan bahwa unggahan tersebut berkaitan langsung dengan insiden yang menewaskan AP.
Karena itu, konteks dan keaslian unggahan tersebut perlu dipastikan terlebih dahulu sebelum dikaitkan dengan penyebab kejadian.
Pernah Menulis Rencana Menjadi Scriptwriter
Unggahan lain yang diduga berasal dari akun milik AP juga menjadi sorotan.
Dalam sebuah utas yang beredar, siswi kelas X tersebut disebut pernah menuliskan dua pilihan yang diberi judul "Rencana A" dan "Rencana B".
Rencana A disebut berisi gambaran mengenai kehidupannya setelah menyelesaikan pendidikan.
"Lulus sekolah menengah atas, menjadi scriptwriter, keluar dari rumah, dan mencari pertolongan yang dibutuhkan," demikian tulisan yang beredar.
Sementara itu, Rencana B hanya disertai gambar kereta yang sedang melintas.
Postingan tersebut kemudian memunculkan berbagai spekulasi di media sosial mengenai kemungkinan kaitannya dengan insiden di Stasiun Jurangmangu.
Meski demikian, belum ada kepastian bahwa seluruh unggahan tersebut benar-benar dibuat oleh korban ataupun memiliki hubungan dengan peristiwa yang terjadi.
Polisi masih mendalami kejadian dengan memeriksa bukti dan keterangan saksi. Publik juga diharapkan tidak menyebarkan spekulasi yang belum terverifikasi serta tetap menghormati keluarga korban yang tengah berduka. ***
Artikel Terkait
Pegawai Diskominfo Kukar Diduga Bakar Ruang Rapat, Polisi Dalami Motif
Polisi Ekshumasi Jenazah Sutrimo, Pria yang Disebut Karumga Eks Jampidsus Kejagung
11 Kantor Pemkab Puncak Papua Tengah Dibakar Massa, Polisi Ungkap Kronologinya
Pulang ke Lewouran, Padre Marco Pimpin Misa dan Rayakan HUT ke-58 Bersama Umat
Rumah Diduga Digeruduk Massa Imbas Kontroversi Tantangan Hafalan Al-Qur'an, Polisi Beri Penjelasan
Puncak HAN ke-42 Kalbar: UPT Taman Budaya Sukses Gelar "Gelar Anak Khatulistiwa"