Ia menceritakan bahwa mayoritas penduduk merupakan warga keturunan Tionghoa yang telah lama berasimilasi dengan masyarakat Dayak.
Seluruh warga desa disebut memeluk agama Kristen, dengan mayoritas beragama Katolik.
"Saya sangat terkesan dengan keramahan warga. Meski sebagian orang tua lebih fasih berbahasa Tionghoa sehingga beberapa percakapan harus diterjemahkan, suasana kekeluargaan sangat terasa. Bahkan di batas desa berdiri salib sebagai penanda identitas masyarakatnya. Pengalaman itu menjadi kenangan yang tidak terlupakan," tuturnya. ***