JPO 'Love-Hate Relationship' di Kuningan Bakal Dibongkar, Ini Alasannya

photo author
Patrisia Yosi, Pontianak Globe
- Minggu, 9 Agustus 2026 | 23:30 WIB
Menyoroti viralnya keluhan warga Jakarta Selatan ihwal JPO di Rasuna Said yang disindir punya konsep love-hate relationship.  (Instagram.com/@jakartaview.id)
Menyoroti viralnya keluhan warga Jakarta Selatan ihwal JPO di Rasuna Said yang disindir punya konsep love-hate relationship. (Instagram.com/@jakartaview.id)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) lama yang viral dengan sebutan 'Love-Hate Relationship' di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan (Jaksel), akhirnya bakal dibongkar.

Sebelumnya, keberadaan dua JPO yang berdekatan di Jalan HR Rasuna Said menjadi sorotan publik. Pasalnya, kedua jembatan tersebut berada di lokasi yang berdekatan, tetapi tidak saling terhubung.

Baca Juga: Hari Pertama LCAF #4: Kemeriahan Ekspresi Anak Hingga Sengitnya Panggung Sastra dan Tari di Kubu Raya

Kondisi itu kemudian memunculkan sebutan 'Love-Hate Relationship' di media sosial. Padahal, salah satu JPO tersebut telah dibangun Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sejak era 1980-an.

Kini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memutuskan untuk membongkar salah satu JPO tersebut setelah berdiskusi dengan Kepala Dinas Bina Marga, Wali Kota Jakarta Selatan, Dinas Perhubungan, serta Dinas Kominfotik.

Keputusan itu diambil setelah Pramono bersama jajaran mengecek langsung kondisi kedua JPO yang sebelumnya viral di media sosial karena dinilai memiliki konsep 'love and hate'.

"Saya sudah memutuskan bahwa JPO yang satu akan kita bongkar," ucap Pramono seusai mengunjungi JPO di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Minggu, 9 Agustus 2026.

Jejak Pembangunan JPO 'Love-Hate Relationship'

Pramono menilai, berdasarkan hasil pengecekan, kedua JPO tersebut pada dasarnya memiliki fungsi yang sama, yakni sebagai fasilitas penyeberangan masyarakat.

Selain itu, keberadaan kedua JPO juga berkaitan dengan akses menuju fasilitas transportasi umum, termasuk layanan Light Rail Transit (LRT).

Meski memiliki fungsi serupa, Pramono menyebut kedua JPO tersebut memiliki perbedaan dari sisi usia dan desain.

Baca Juga: Komplotan Begal Gasak Rp30 Juta di Cibitung Dibekuk, 6 Pelaku Ditangkap

Menurut dia, salah satu JPO merupakan fasilitas yang dibangun Pemprov DKI Jakarta sejak lama. Sementara JPO lainnya merupakan fasilitas yang lebih baru dan berkaitan dengan integrasi LRT serta KAI.

"Yang satu yang dibuat oleh Pemprov DKI Jakarta itu lebih lama (umurnya), kalau dilihat desainnya pasti desain tahun 80-an atau 90-an awal," ungkapnya.

"Sementara yang oleh LRT dan juga KAI, ini yang lebih baru," terang Pramono.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Patrisia Yosi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X