PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Penguatan riset dan inovasi pada sejumlah teknologi strategis terus dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Pengembangan tersebut mencakup teknologi nuklir hingga kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI), yang diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.
Baca Juga: Pendaftaran Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka Dibuka 5-7 Agustus 2026
Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan bahwa lembaganya saat ini memusatkan perhatian pada pengembangan berbagai teknologi maju yang dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat daya saing ekonomi Indonesia untuk dua hingga tiga dekade mendatang.
Menurut Arif, pengalaman sejumlah negara memperlihatkan hubungan positif antara kemampuan inovasi suatu negara yang tercermin dalam Global Innovation Index (GII) dan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita.
Gambaran tersebut terlihat pada 2025. Sepuluh negara yang menempati posisi teratas dalam GII didominasi negara-negara maju yang memiliki pendapatan per kapita tinggi, di antaranya Swiss, Swedia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
Arif menegaskan bahwa riset dan inovasi memiliki posisi strategis sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi berkelanjutan sekaligus menjadi fondasi bagi peningkatan daya saing Indonesia pada masa mendatang. Hal itu disampaikannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis, 6 Agustus 2026.
Baca Juga: Festival Budaya Lembah Baliem 2026 Mencekam, Dua Orang Terluka Diduga Akibat Penembakan
Atas dasar itu, BRIN telah menyusun sejumlah bidang prioritas pengembangan teknologi yang diarahkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.
Salah satu fokus tersebut adalah teknologi semikonduktor.
Pengembangannya ditujukan agar Indonesia dapat mengurangi ketergantungan terhadap chip dari luar negeri.
Selain semikonduktor, AI juga ditetapkan sebagai salah satu prioritas riset BRIN.
Teknologi tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan produktivitas nasional.
Dalam penerapannya, BRIN telah mengintegrasikan AI ke dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Salah satu hasil inovasi yang dikembangkan ialah Food Guard, perangkat pintar yang ditempatkan pada wadah makanan atau ompreng untuk membantu mempertahankan kualitas makanan selama proses distribusi.