Bukan Sinkhole, BRIN Ungkap Fakta di Balik Lubang Raksasa

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Sabtu, 21 Februari 2026 | 20:45 WIB
Lubang raksasa di Aceh Tengah makin melebar hingga ke jalan alternatif. (Dok. Instagram/keber_gayo)
Lubang raksasa di Aceh Tengah makin melebar hingga ke jalan alternatif. (Dok. Instagram/keber_gayo)

PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH TENGAH -- Lubang raksasa di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, terus melebar dan mengancam akses warga. Fenomena yang muncul sejak awal 2000-an itu telah menggerus kebun dan sawah milik masyarakat, bahkan menelan jalan utama akibat longsor yang terjadi berulang kali.

Kini, jalur alternatif yang selama ini digunakan warga juga tak lagi aman. Berdasarkan unggahan akun Instagram @keber_gayo, akses tersebut resmi ditutup pada Jumat sore, 20 Februari 2026, karena bibir lubang semakin mendekati badan jalan.

“Nampak semakin berbahaya, nggak bisa lagi dilewati karena bisa tiba-tiba amblas,” ucap perekam video, dikutip Sabtu (21/1/2026). 

Baca Juga: Cita-cita Jadi Kiai, Bocah 12 Tahun Meninggal Tragis

“Jalan tutup total, untuk pengguna jalan lewat Blang Mancung yang tembus Suka Ramai,” tambahnya.

Dalam rekaman tersebut terlihat batang kayu dipasang sebagai penanda bahwa jalan tidak dapat dilintasi. Warga kini diarahkan menggunakan rute lain yang lebih jauh.

Sebagai solusi sementara, pemerintah setempat bersama pihak terkait membuka jalur alternatif baru. Sejumlah alat berat tampak dikerahkan untuk mempercepat pengerjaan akses pengganti tersebut. Namun, jalur baru itu mengharuskan warga memutar lebih panjang dibandingkan rute sebelumnya.

“Lokasi jalan tersebut cukup jauh dan mengharuskan pengendara memutar lebih panjang dari jalur biasanya,” tulis keterangan pada unggahan video lainnya.

Baca Juga: Airlangga Beberkan Dampak Besar Deal Tekstil RI–AS

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional, Adrin Tohari, menegaskan bahwa fenomena tersebut bukanlah sinkhole, melainkan akibat longsoran tanah.

“Yang terjadi di Aceh Tengah itu sebenarnya fenomena longsoran, bukan sinkhole. Lapisan tufanya tidak padat dan kekuatannya rendah, sehingga mudah sekali tergerus dan runtuh,” kata Adrin dalam keterangannya, Sabtu, 21 Februari 2026.

Ia menjelaskan bahwa wilayah tersebut tidak memiliki batu gamping yang umumnya menjadi penyebab sinkhole. Faktor gempa bumi, seperti gempa berkekuatan 6,2 magnitudo yang terjadi pada 2013 di Aceh Tengah, diduga turut melemahkan struktur lereng dan memperbesar potensi ketidakstabilan tanah. Selain itu, keberadaan saluran irigasi di sekitar area sawah dinilai dapat mempercepat pelapukan tanah akibat penyerapan air.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X