daily-vibes

Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Geng Motor dalam Kasus Tewasnya Satpam Waduk Jatiluhur

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:05 WIB
Polisi turut mendalami dugaan keterkaitan geng motor dalam tewasnya Sumarna, Satpam Waduk Jatiluhur. (Instagram/infojawabarat)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAWA BARAT -- Kepolisian masih terus mengusut kasus tewasnya Sumarna, petugas keamanan (satpam) Waduk Jatiluhur yang ditemukan meninggal dunia dengan kondisi kedua tangan terborgol.

Di tengah proses penyelidikan, beredar berbagai narasi di media sosial yang mengaitkan kematian korban dengan dugaan keterlibatan kelompok geng motor. Bahkan, sejumlah unggahan viral turut menampilkan foto beberapa pria yang disebut-sebut terkait dengan kasus tersebut.

Baca Juga: Warga Temajok Berharap Parade Scooter Borneo Terus Bergulir, Dorong Pariwisata hingga Perkuat Kepedulian di Perbatasan

Polisi Selidiki Informasi yang Beredar

Menanggapi informasi yang viral di media sosial, Polda Jawa Barat memastikan seluruh dugaan tersebut akan didalami.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan mengatakan pihaknya mengetahui adanya unggahan yang mengaitkan kasus tersebut dengan kelompok pengendara sepeda motor atau geng motor.

"Ada beberapa postingan di media sosial yang mengaitkan ada beberapa kelompok, kelompok dari pengemudi sepeda motor, ya geng-geng motor lah bahasanya. Dan sudah cukup viral," kata Hendra di Mapolda Jawa Barat, Senin, 27 Juli 2026.

Meski demikian, Hendra menegaskan penyidik tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam menangani perkara tersebut.

"Kami masih mengedepankan asas praduga tidak bersalah dulu sebelum bukti permulaannya cukup kuat untuk menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka atau tidak," ujarnya.

Muncul Dugaan Berawal dari Coretan Vandalisme

Isu dugaan keterlibatan geng motor mencuat setelah beredar informasi mengenai coretan bertuliskan inisial "RPM" dan "GBR" di sekitar tanggul Waduk Jatiluhur.

Selain itu, muncul pula narasi yang menyebut korban sempat terlibat cekcok dengan orang-orang yang diduga terkait dengan coretan tersebut.

Baca Juga: Porseni XV Politeknik 2026: Polnep Tambah Tiga Emas, Futsal dan Pencak Silat Bidik Final

Namun, Kepala Desa setempat membantah adanya konflik antara Sumarna dengan kelompok tersebut.

Dalam keterangannya kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, kepala desa menjelaskan bahwa korban hanya menanyakan siapa pelaku vandalisme dan meminta agar coretan dihapus.

Halaman:

Tags

Terkini