daily-vibes

Kasus Dugaan Pembakaran Tiga Santri di Lombok Tengah Masuki Babak Baru, Polisi Segera Gelar Perkara

Kamis, 9 Juli 2026 | 07:05 WIB
Polisi akan segera mengungkap tersangka dalam kasus dugaan pembakaran santri di Lombok Tengah. (Unsplash/Cullan Smith)

PONTIANAKGLOBE.COM, NUSA TENGGARA BARAT -- Kasus dugaan pembakaran terhadap tiga santri di Pondok Pesantren Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy, Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), segera memasuki babak baru.

Kepolisian menyatakan proses penyidikan telah rampung dan akan menggelar perkara sebagai langkah menuju penetapan tersangka.

Baca Juga: GHARIS Laporkan Dugaan Lonjakan Harta AHY dan Ibas ke KPK, Minta PPATK Ikut Telusuri

Kapolda NTB Irjen Kalingga Rendra Raharja mengatakan gelar perkara dijadwalkan berlangsung pada Kamis (9/7/2026).

"Proses hukumnya sudah kami lakukan melalui penyidikan dan insyaallah pada hari Kamis akan dilakukan gelar perkara," ujar Kalingga kepada wartawan, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, hasil gelar perkara akan menjadi dasar penyidik dalam menentukan pihak yang akan ditetapkan sebagai tersangka.

Kemenag Ungkap Hasil Mediasi

Sementara itu, Kementerian Agama menyampaikan bahwa pihak pondok pesantren telah memfasilitasi mediasi antara keluarga terduga pelaku dan keluarga para korban.

Mediasi tersebut disaksikan kepala dusun dan ketua RT setempat.

Berdasarkan hasil mediasi, keluarga terduga pelaku memberikan santunan sebesar Rp5 juta kepada masing-masing korban.

Selain itu, pihak pondok pesantren disebut terus memantau kondisi para korban melalui kunjungan langsung maupun komunikasi dengan keluarga.

Baca Juga: Viral Dugaan Surat Dinas Menteri PU ke New York, Pencantuman Nama Istri dan Anak Jadi Sorotan

Kronologi Dugaan Pembakaran

Peristiwa itu diduga terjadi pada November 2025 dan kini kembali menjadi perhatian publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tiga santri berinisial SAH, ADR, dan SS diduga dipanggil oleh seorang santri senior berinisial R ke sebuah ruangan.

Halaman:

Tags

Terkini