daily-vibes

Korban Dugaan KDRT oleh Oknum Polisi di Tegal Mengaku Dipaksa Konsumsi Sabu, Kuasa Hukum Sebut Rumah Dipasangi CCTV

Senin, 6 Juli 2026 | 17:05 WIB
Menyoroti fakta terkini ihwal dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) seorang polisi terhadap istrinya di Tegal, Jawa Tengah. (YouTube.com/DennySumargo)

"Di setiap kamar, setiap sudut ruangan itu ada CCTV," ujar Reza.

Menurutnya, keberadaan CCTV diduga digunakan sebagai alat intimidasi agar korban tidak berani melaporkan dugaan kekerasan yang dialaminya.

Reza juga mengungkap kronologi dugaan insiden yang menyebabkan korban mengalami luka bakar serius pada September 2025.

Ia mengatakan korban saat itu diduga diminta mempelajari cara meracik sabu.

"Korban ini diajak, akhirnya diajarkan untuk meracik sabu," katanya.

Menurut Reza, saat proses tersebut berlangsung, terduga pelaku diduga marah hingga menyiramkan cairan kimia ke tubuh korban.

"Diduga lagi meracik sabu, terduga pelaku marah, lalu cairan kimia itu disiramkan," ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bakar hingga sekitar 47 persen dan harus menjalani sejumlah operasi, termasuk pencangkokan kulit.

"Daging paha diambil untuk cangkok kulit," ungkap Reza.

Hingga berita ini diterbitkan, kasus dugaan KDRT tersebut masih dalam proses penyelidikan. Pihak kepolisian belum menyampaikan perkembangan terbaru mengenai proses pidana yang berjalan, dan belum ada putusan pengadilan yang menyatakan terduga pelaku bersalah. ***

Halaman:

Tags

Terkini