daily-vibes

Korban Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Polisi di Tegal Ungkap Trauma, Sang Ibu Ceritakan Kondisi Psikologis Anak

Minggu, 5 Juli 2026 | 14:10 WIB
Menyoroti penuturan pilu seorang ibu usai putrinya dilaporkan menjadi korban penganiayaan anggota polisi di Tegal, Jawa Tengah. (Instagram.com/@hotmanparisofficial)

"Saya bilang, 'Kamu enggak kasihan sama anak kamu? Masih ingin sosok seorang ibu. Kalau enggak ada kamu sama siapa? Mama udah tua, kasihan, anak harus sama mamanya,'" ujarnya.

"Saya Tak Tega Melihat Kondisinya"

Sri juga mengenang kondisi putrinya saat pertama kali melihat luka yang dialaminya.

Menurutnya, ia hampir pingsan karena tidak sanggup melihat kondisi MAN yang mengalami luka bakar.

"Ya Allah, saya tak tega melihat kondisinya. Saya sudah pengen pingsan. Enggak menyangka," kata Sri.

Ia mengaku hanya bisa menangis melihat kondisi putrinya yang datang ke rumah dalam keadaan memprihatinkan.

"Dia bilang, 'Mama jangan menangis.' Ya menangis, anak saya kayak gini masa enggak menangis," tuturnya.

Sebagai seorang ibu, Sri mengaku tidak pernah membayangkan putrinya mengalami kondisi tersebut.

"Mending badan ibu dipukuli ketimbang hati. Enggak bisa dijelaskan sakitnya," ucapnya.

Sri juga mengaku sempat memiliki firasat buruk terhadap hubungan putrinya dengan terduga pelaku.

Ia menilai Aiptu N kerap menghindari dirinya setiap kali berkunjung ke Tegal.

"Kalau ke rumah saya tuh enggak sering tatapan muka. Menghindar terus," katanya.

"Saya tidur dia baru pulang. Kalau saya bangun dia sudah enggak ada. Jadi kayak siluman," lanjut Sri.

Ia juga mengaku terkejut setelah mengetahui putrinya disebut menikah siri dengan terduga pelaku tanpa sepengetahuan keluarga.

"Saat itu, tidak ada yang tahu satu pun dari keluarga. Yang tahu hanya teman-temannya dia saja," ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini