Menurutnya, trauma yang dialami awak pesawat berpotensi memengaruhi operasional maskapai yang selama ini menjadi salah satu akses transportasi utama bagi masyarakat di wilayah pedalaman Papua.
"Jika keamanan pilot tidak dapat dipastikan, bukan tidak mungkin operasional penerbangan misi kemanusiaan akan terganggu," katanya.
Sementara itu Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, juga mengecam keras penembakan yang menewaskan pilot AMA Air.
Ia menegaskan korban merupakan warga sipil yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan dan tidak terlibat dalam aktivitas bersenjata.
Lucky mengajak kelompok OPM menghentikan aksi kekerasan dan kembali menempuh jalan damai demi menciptakan Papua yang aman dan sejahtera.
Selain itu, ia memastikan tujuh penumpang yang berada di dalam pesawat berhasil dievakuasi dengan selamat berkat bantuan tokoh adat dan tokoh agama setempat.
Menurut Lucky, aparat keamanan akan terus memburu para pelaku penyerangan sekaligus menjamin penerbangan kemanusiaan dan pelayanan publik di Papua tetap dapat berjalan demi kepentingan masyarakat. ***