daily-vibes

Laporan PBB Ungkap Generasi Muda akan Menanggung Dampak Terbesar Krisis Iklim

Kamis, 11 Juni 2026 | 10:05 WIB
Tanah kering dan retak dengan batang padi di Jawa Barat, krisis lingkungan menyebabkan kekeringan. (Pexels @Kevin Yung)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Krisis iklim bukan lagi ancaman masa depan.

Dampaknya sudah dirasakan hari ini melalui cuaca ekstrem, banjir pesisir, kekeringan, hingga gangguan terhadap produksi pangan.

Baca Juga: Terumbu Karang Indonesia Masih Bertahan dari Pemanasan Laut, Tetapi Alarm Bahaya Sudah Berbunyi

Peringatan tersebut kembali ditegaskan dalam sejumlah laporan terbaru lembaga internasional di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang menunjukkan bahwa suhu Bumi terus meningkat dan risiko iklim semakin besar dalam beberapa tahun mendatang.

Menurut laporan Global Annual to Decadal Climate Update 2025–2029 yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), terdapat peluang sekitar 70 persen bahwa rata-rata suhu global dalam lima tahun ke depan akan melampaui ambang batas 1,5 derajat Celsius dibandingkan era pra-industri.

WMO juga memperkirakan peluang mencapai 80 persen bahwa setidaknya satu tahun antara 2025 hingga 2029 akan menjadi tahun terpanas dalam sejarah pencatatan suhu global.

Angka tersebut menunjukkan tren yang semakin mengkhawatirkan.

Baca Juga: Hari Laut Sedunia, Perubahan Iklim Ancam Nelayan, Akuakultur Dinilai Jadi Solusi Masa Depan

Pada laporan 2023, peluang dunia melampaui ambang 1,5 derajat Celsius masih berada pada kisaran 32 persen. Setahun kemudian meningkat menjadi 47 persen, dan kini mencapai sekitar 70 persen.

Dampak Nyata di Indonesia

Indonesia termasuk negara yang rentan terhadap dampak perubahan iklim.

Banjir rob yang terus menggerus kawasan pesisir, perubahan pola musim, cuaca ekstrem, hingga ancaman terhadap ketahanan pangan menjadi beberapa dampak yang sudah mulai dirasakan masyarakat.

Kelompok lingkungan hidup WALHI mencatat bahwa ribuan pulau kecil di Indonesia berpotensi menghadapi ancaman kenaikan muka air laut dalam beberapa dekade mendatang.

Selain itu, perubahan iklim juga diperkirakan memengaruhi produksi pangan dan ketersediaan air bersih di berbagai wilayah.

Kondisi tersebut dikhawatirkan akan lebih berat dirasakan oleh generasi muda yang akan hidup lebih lama dalam situasi iklim yang terus berubah.

Halaman:

Tags

Terkini

Seabad Maria Manaoag, Bersama Jutaan Umat

Rabu, 22 April 2026 | 22:31 WIB