PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Women in Mining and Energy Indonesia (WiME) dan Yayasan Kalbu Atma Winaya (KALAWAY Institute) mendorong dilakukannya dialog lintas generasi tentang perubahan iklim Indonesia.
Munculnya inisiatif kelompok muda berdialog telah mencakup tingkatan edukasi, inovasi, solusi, hingga kolaborasi.
Baca Juga: Larasati, Mahasiswi San Agustin, Raih Gelar Fotogenik dalam Kompetisi Kebudayaan
Dukungan pemerintah sangat diperlukan dalam aspek penguatan kebijakan, pengambilan keputusan, dan penghubung lintas generasi.
Dorongan itu muncul dalam gelaran Cross-Generational Dialogue on Climate “Back to Nature” di Jakarta, pekan lalu, Sabtu, 20 Juli 2024.
Diskusi tersebut merupakan hasil kerja sama WiME Indonesia dengan KALAWAY Institute, disponsori oleh HEYVA, dan didukung oleh berbagai gerakan anak muda, diantaranya Bangun Kota, Sa Perempuan Papua, Bali Coffee Club, Manajemen Talenta Papua, Pijar Foundation, Futurist Hub, Aiesec, Akan.id, dan Himpunan Mahasiswa HI UIN Jakarta.
“Perempuan adalah salah satu agen perubahan dengan peran dan potensi yang strategis, baik dalam rumah tangga maupun industri sektor energi kita,” ujar Hidayatul Mustafidah Rohmawati dari WiME Indonesia.
Menurut Hidayatul, perempuan Indonesia dapat mengambil bagian utama dalam aksi-aksi perubahan iklim global dari tataran lokal, yaitu sebagai manajer energi rumah tangga.
“Dalam kultur Indonesia, perempuan mengelola pemakaian energi rumah tangga sehingga seharusnya sangat berkompeten pada saat memilih sumber energi dan biaya yang dikeluarkan,” jelasnya.
Baca Juga: Tak Perlu Khawatir Biaya! Simak Perkiraan Pajak Tahunan Yaris Cross HEV
Hidayatul juga mendorong perempuan Indonesia menjadi penghubung lintas generasi sehingga tumbuh percakapan antara pemerintah, swasta, dan masyarakat luas yang diwakili oleh generasi muda.
Perjanjian Paris dan Komitmen Indonesia
Negara-negara tengah berusaha mengurangi emisi gas rumah kaca yang dianggap sebagai biang utama perubahan iklim global.
Hal itu terangkum dalam Perjanjian Paris tentang Perubahan Iklim yang ditandatangani oleh 195 negara anggota PBB, termasuk Indonesia, pada tahun 2016.
Komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen dengan usaha sendiri, dan hingga 41 persen dengan bantuan internasional pada tahun 2030.
Artikel Terkait
Nezar Patria: Teknologi Digital Untungkan Lingkungan, tapi Harus Diawasi
Dewan Pers Ingatkan Jurnalis mesti Amanah dalam Menjaga Kondisi Peradaban Lingkungan
Peluang Pemanfaatan AI dalam Jurnalisme Lingkungan
Coldplay Memberikan Dukungan Nyata untuk Lingkungan: Mendonasikan Kapal Pembersih Sampah di Sungai Cisadane bekerjasama dengan The Ocean Cleanup
Ayo Bersihkan Lingkungan, Tukar Botol Plastik Jadi Saldo BSI, Mulai dengan Download Plasticpay
Kampus San Agustin Utus Mahasiswa Hadiri Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2024