daily-vibes

Riset 20 Tahun Ungkap Ketangguhan Terumbu Karang Indonesia, Namun Ancaman Pemanasan Laut Kian Nyata

Kamis, 11 Juni 2026 | 07:05 WIB
Terumbu karang di West Papua. (Pexels @Tom Fisk)

Semakin lama suhu laut berada di atas kondisi normal, semakin besar tekanan yang harus ditanggung karang.

Jika ambang batas tersebut terlampaui, pemutihan karang (coral bleaching) dapat terjadi secara luas dan berujung pada kematian karang.

Baca Juga: Strategi Investasi Taktis Saat Dolar Terus Menguat dan IHSG Terjun Bebas: Amankan Aset atau Belanja Portofolio?

Pemutihan Karang Makin Sering Terjadi

Indonesia bukanlah wilayah yang kebal terhadap fenomena tersebut.

Dalam beberapa dekade terakhir, peristiwa pemutihan karang massal tercatat terjadi pada 1998, 2010, dan 2016.

Gelombang panas laut yang lebih baru bahkan memicu pemutihan karang di berbagai wilayah selama periode 2023 hingga 2025.

Di Raja Ampat, misalnya, para peneliti mendokumentasikan pemutihan karang massal yang berkaitan dengan suhu laut yang jauh lebih tinggi dari kondisi normal.

Fenomena ini menjadi perhatian serius karena terumbu karang merupakan salah satu ekosistem paling penting di Indonesia.

Indonesia memiliki lebih dari 32.000 kilometer persegi terumbu karang atau sekitar 10 persen dari total terumbu karang dunia.

Negara ini juga berada di kawasan Segitiga Karang yang dikenal sebagai pusat keanekaragaman hayati laut terbesar di planet ini.

Lebih dari 590 spesies karang keras dan sekitar 2.200 spesies ikan karang hidup di perairan Indonesia.

Bagi masyarakat pesisir, terumbu karang bukan hanya aset lingkungan.

Ekosistem ini menjadi sumber penghidupan melalui sektor perikanan, pariwisata, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

Jutaan warga Indonesia menggantungkan kehidupan mereka secara langsung maupun tidak langsung pada kesehatan ekosistem terumbu karang.

Halaman:

Tags

Terkini

Seabad Maria Manaoag, Bersama Jutaan Umat

Rabu, 22 April 2026 | 22:31 WIB