Riset 20 Tahun Ungkap Ketangguhan Terumbu Karang Indonesia, Namun Ancaman Pemanasan Laut Kian Nyata

photo author
Stefanus Akim, Pontianak Globe
- Kamis, 11 Juni 2026 | 07:05 WIB
Terumbu karang di West Papua. (Pexels @Tom Fisk)
Terumbu karang di West Papua. (Pexels @Tom Fisk)

Karena itu, kerusakan terumbu karang bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga ancaman terhadap ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat pesisir.

Baca Juga: Investasi Terbaik Bukan di Pasar Modal: Mengapa Kuliah Jarak Jauh Adalah Pilihan Finansial Paling Logis Saat Ini

Pentingnya Pemantauan Jangka Panjang

Para peneliti menilai Indonesia memerlukan sistem pemantauan terumbu karang yang lebih terkoordinasi secara nasional.

Selama ini, kondisi terumbu karang sering kali hanya diukur berdasarkan luas tutupan karang hidup.

Padahal kesehatan ekosistem juga ditentukan oleh banyak faktor lain, seperti tingkat pemutihan, kematian karang, kemampuan pemulihan, hingga keberhasilan pertumbuhan koloni baru.

Dengan meningkatnya frekuensi gelombang panas laut akibat perubahan iklim, data pemantauan menjadi kunci untuk menentukan langkah konservasi yang tepat.

"Masa depan terumbu karang Indonesia tidak hanya bergantung pada kemampuan alaminya bertahan terhadap panas, tetapi juga pada upaya manusia menjaga kondisi yang memungkinkan karang pulih setelah mengalami tekanan," tulis para peneliti.

Bagi negara kepulauan seperti Indonesia, menjaga terumbu karang berarti menjaga sumber pangan, ekonomi pesisir, sekaligus warisan alam yang menjadi salah satu kekayaan terbesar bangsa. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Stefanus Akim

Sumber: sciencedirect.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Seabad Maria Manaoag, Bersama Jutaan Umat

Rabu, 22 April 2026 | 22:31 WIB
X