daily-vibes

Riset 20 Tahun Ungkap Ketangguhan Terumbu Karang Indonesia, Namun Ancaman Pemanasan Laut Kian Nyata

Kamis, 11 Juni 2026 | 07:05 WIB
Terumbu karang di West Papua. (Pexels @Tom Fisk)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Di tengah kekhawatiran global terhadap dampak perubahan iklim, sebuah penelitian terbaru membawa kabar yang cukup melegakan bagi Indonesia.

Setelah memantau ratusan lokasi terumbu karang selama hampir dua dekade, para peneliti menemukan bahwa sebagian besar terumbu karang Indonesia masih mampu bertahan menghadapi kenaikan suhu laut.

Baca Juga: Terumbu Karang Indonesia Masih Bertahan dari Pemanasan Laut, Tetapi Alarm Bahaya Sudah Berbunyi

Namun para ilmuwan mengingatkan, ketahanan tersebut memiliki batas.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Biological Conservation menganalisis kondisi 394 lokasi terumbu karang permanen di 32 kawasan di Indonesia sepanjang 2004 hingga 2023.

Hasilnya menunjukkan bahwa 26 lokasi memiliki tutupan karang yang relatif stabil dalam jangka panjang, dua lokasi mengalami perbaikan, dan hanya empat lokasi yang menunjukkan penurunan signifikan.

Temuan ini cukup mengejutkan karena selama empat dekade terakhir suhu permukaan laut di Indonesia terus meningkat.

Kenaikan suhu tercatat berkisar antara 0,12 hingga 0,28 derajat Celsius per dekade, dengan laju pemanasan yang lebih tinggi terjadi di wilayah Indonesia bagian timur.

Baca Juga: Hari Laut Sedunia, Perubahan Iklim Ancam Nelayan, Akuakultur Dinilai Jadi Solusi Masa Depan

"Terumbu karang Indonesia menunjukkan tingkat ketahanan yang cukup baik terhadap tekanan panas laut," tulis tim peneliti dalam publikasi tersebut yang dikutip dari sciencedirect.com.

Ambang Batas yang Tidak Boleh Dilewati

Meski demikian, para peneliti menemukan bahwa kemampuan bertahan tersebut tidak berlangsung tanpa batas.

Studi tersebut mengidentifikasi adanya ambang kritis tekanan panas laut yang dikenal sebagai Degree Heating Weeks (DHW).

Ketika tekanan panas masih berada pada tingkat rendah hingga sedang, kondisi karang cenderung stabil. Namun setelah melewati angka sekitar 12 DHW, risiko kerusakan dan kehilangan tutupan karang meningkat tajam.

Secara sederhana, DHW menggambarkan akumulasi panas yang dialami terumbu karang dalam periode tertentu.

Halaman:

Tags

Terkini

Seabad Maria Manaoag, Bersama Jutaan Umat

Rabu, 22 April 2026 | 22:31 WIB