Delegasi dari Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo juga turut ambil bagian sebagai wujud solidaritas antarumat dan institusi pendidikan Katolik di kawasan.
Dalam keterangannya, Uskup Agustinus OP menegaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar peringatan historis, melainkan peneguhan iman bersama.
“Peristiwa iman ini meneguhkan kita semua. Maria Manaoag mengajarkan kesetiaan dan pengharapan di tengah tantangan zaman,” ujarnya.
Sementara itu, laporan dari RD. Rupinus Kehi menyebutkan bahwa peringatan satu abad ini menjadi momentum penting, tidak hanya bagi umat Katolik Filipina, tetapi juga bagi Gereja di Asia yang terus bertumbuh dalam semangat persatuan.
Perayaan ini tidak sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga meneguhkan arah masa depan bahwa dalam dunia yang terus berubah, iman, persatuan, dan harapan tetap menemukan pijakannya di Manaoag, di bawah naungan kasih seorang Bunda.