Operasi diarahkan ke wilayah hulu Sungai Tuntang dan Sungai Lusi agar hujan tidak turun di daerah yang masih tergenang.
“Tujuan modifikasi cuaca adalah redistribusi hujan, agar tidak turun di wilayah banjir,” jelas Muhari.
Operasi akan berlangsung tiga hingga lima hari dan dapat diperpanjang bila intensitas hujan tetap tinggi.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng, Bergas Catursasi, mengatakan dapur umum dan bantuan logistik telah disalurkan ke sejumlah titik.
“Dapur umum sudah disiapkan, bantuan logistik sudah kami distribusikan,” ujarnya.
Baca Juga: Isu Rp1 Triliun Dana Endapan di Bekasi, Sekda Junaedi: 'Bohong Besar!'
Ia menambahkan, penanganan banjir Semarang sangat bergantung pada sistem pompa. Dari sebelas unit pompa di Rumah Pompa Tenggang dan Sringin, sebagian masih dalam proses peningkatan kapasitas.
Hingga Sabtu malam, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih berjaga di titik-titik genangan untuk memulihkan jalur utama Pantura dari kepungan banjir.***