PONTIANAKGLOBE.COM, SEMARANG -- Pendakwah Gus Miftah buka suara setelah namanya disebut dalam persidangan dugaan kasus korupsi proyek pembangunan Jalur Ganda Kereta Api Solo–Semarang Segmen 1 (JGSS).
Nama Gus Miftah muncul dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang pada Senin, 13 Juli 2026. Dalam persidangan tersebut, jaksa penuntut umum mengungkap dugaan adanya aliran dana sebesar Rp100 juta yang disebut mengalir kepada Gus Miftah.
Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Deli Serdang Libatkan Truk dan Lima Mobil, Dua Orang Meninggal Dunia
Menanggapi kabar tersebut, Gus Miftah memberikan klarifikasi saat peringatan Hari Lahir (Harlah) Pondok Pesantren (Ponpes) Ora Aji pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Mengaku Kaget Namanya Disebut
Dalam kesempatan itu, salah seorang jemaah menanyakan langsung mengenai kabar yang mengaitkan dirinya dengan dugaan aliran dana proyek JGSS.
"Saya juga kaget, tapi biasa-biasa aja. Risiko," ujar Gus Miftah.
Ia mengaku pertama kali mengetahui kabar tersebut dari media sosial.
"Begitu saya lihat itu di TikTok, bawahnya ada nama Gus Miftah di sidang korupsi Bupati Pati nonaktif, Sudewo. Kaget, ternyata saya dituduh menerima aliran dana terpidana korupsi sebesar Rp100 juta," katanya.
Menurut Gus Miftah, dirinya juga terkejut karena dugaan tersebut berkaitan dengan peristiwa yang disebut terjadi pada 2022.
Tegaskan Tak Mengenal Dheky Martin
Gus Miftah juga membantah mengenal Dheky Martin, mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), yang disebut menyampaikan keterangannya dalam persidangan.
Baca Juga: Terpilih Aklamasi, Ermin Elviani Bidik Kejayaan Demokrat Kalbar
"Aku pikir namanya siapa terpidana itu, Dheky Martin, saya tanya, 'Bun, ada tamu namanya Dheky Martin nggak? Nggak tahu Bah,'" ungkapnya.
Ia menegaskan tidak pernah mengenal sosok tersebut maupun menerima uang sebagaimana yang disebutkan dalam persidangan.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Perkembangan Terbaru Setelah Memeriksa 31 Saksi dalam Perkara yang Menjerat Taufik Hidayat Sebagai Tersangka
Debat MBG, Qodari dan Wakil Ketua BEM UI Beradu Argumen soal Anggaran Pendidikan
Perampokan Bersenjata Gegerkan Toko Emas di Aceh Selatan, Pelaku Tembak Etalase dan Gasak Perhiasan
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penganiayaan dan Penyekapan Wanita di Cikarang, Korban Sempat Kabur Lewat Jendela
MenPAN-RB dan Kepala BKN Kompak Sampaikan Pesan untuk ASN di Tengah Sorotan Kinerja Birokrasi
Viral Penjahit dan Pelanggan Adu Mulut di Bali, Muncul Dugaan Ujaran Rasis hingga Ancaman