“Bahkan sebagian sudah terhipnotis hingga selalu merasa perlu berkata ‘siap’ atau ‘mohon izin’,” tambahnya.
Dalam sejarah, feodalisme merujuk pada sistem kekuasaan di Eropa abad pertengahan yang menempatkan bangsawan sebagai penguasa mutlak, sementara rakyat hanya sebagai pengikut. Kini, dalam konteks modern, pola serupa muncul kembali dalam bentuk relasi sosial yang timpang antara pemimpin dan rakyat.
Fenomena tersebut menjadi cermin bahwa warisan lama feodalisme masih membekas dalam perilaku sosial Indonesia, dari birokrasi hingga ruang publik digital.***