Namun, saat proses pemasakan batch kedua, ditemukan bagian ayam yang dinilai bermasalah.
Ia memperkirakan sekitar 10 persen bahan ayam mengalami kondisi tersebut. Namun, angka itu masih berupa perkiraan berdasarkan pemeriksaan internal SPPG.
"Baru perkiraan kami, karena memang saya cek itu ada dua baskom yang bermasalah. Itu tidak semuanya rusak, tapi saya takut ada apa-apa," ungkap Abra.
Setelah menerima laporan dari staf dan ahli gizi, Abra mengatakan pihaknya langsung mengambil tindakan untuk mencegah makanan tersebut dibagikan kepada siswa.
Menurutnya, laporan mengenai kondisi makanan diterima sekitar pukul 07.00 WIB. Setelah melakukan pemeriksaan, keputusan untuk menarik seluruh paket MBG dilakukan sekitar pukul 08.01 WIB.
"Jam 08.01 saya langsung terasa (mual), 08.02 langsung saya perintahkan, hubungi seluruh PIC, hubungi driver langsung untuk menarik semuanya," tandasnya.
Penarikan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi setelah SPPG menemukan indikasi masalah pada sebagian menu ayam rempah. ***
Artikel Terkait
Pegawai Diskominfo Kukar Diduga Bakar Ruang Rapat, Polisi Dalami Motif
Polisi Ekshumasi Jenazah Sutrimo, Pria yang Disebut Karumga Eks Jampidsus Kejagung
11 Kantor Pemkab Puncak Papua Tengah Dibakar Massa, Polisi Ungkap Kronologinya
Rumah Diduga Digeruduk Massa Imbas Kontroversi Tantangan Hafalan Al-Qur'an, Polisi Beri Penjelasan
Puncak HAN ke-42 Kalbar: UPT Taman Budaya Sukses Gelar "Gelar Anak Khatulistiwa"
Polisi Masih Selidiki Tewasnya Siswi SMK di Stasiun Jurangmangu, Sejumlah Unggahan Medsos Disorot