Kecelakaan Maut Rombongan Mahasiswa KKN di Tanah Bumbu, 7 Orang Meninggal Dunia

photo author
Patrisia Yosi, Pontianak Globe
- Senin, 3 Agustus 2026 | 20:05 WIB
Mahasiswa KKN UNU Kalimantan Selatan dan ULM meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas. (Instagram/batulicin_irigasi)
Mahasiswa KKN UNU Kalimantan Selatan dan ULM meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas. (Instagram/batulicin_irigasi)

PONTIANAKGLOBE.COM, KALIMANTAN SELATAN  -- Duka menyelimuti rombongan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNU Kalsel), dan Karang Taruna Desa Batulicin Irigasi setelah mengalami kecelakaan maut di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Kecelakaan terjadi di Jalan Alternatif Batulicin-Banjarbaru, Kecamatan Mantewe, Sabtu, 1 Agustus 2026, sekitar pukul 12.00 Wita. Sebuah mobil pikap yang mengangkut rombongan bertabrakan dengan truk tangki yang diduga hilang kendali.

Baca Juga: Kronologi Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di Perairan Sumenep, 4 Penumpang Meninggal Dunia

Kronologi Kecelakaan

Sebelum kecelakaan, sebanyak 16 mahasiswa KKN ULM bersama aparat Desa Batulicin Irigasi menghadiri acara syukuran khitanan di Desa Bulurejo. Rombongan menggunakan lima kendaraan dan berencana melanjutkan perjalanan ke objek wisata Sungai Alut.

Dalam perjalanan, truk tangki diduga kehilangan kendali, masuk ke jalur berlawanan, lalu bertabrakan dengan mobil pikap yang ditumpangi sebagian rombongan.

Benturan keras menyebabkan mobil pikap terguling ke sisi jalan. Bagian depan kendaraan ringsek hingga menghimpit sopir dan sejumlah penumpang.

Akibat kecelakaan tersebut, tujuh orang meninggal dunia, terdiri atas dua mahasiswa ULM, tiga mahasiswa UNU Kalsel, satu anggota Karang Taruna Desa Batulicin Irigasi, dan sopir truk tangki.

Sementara itu, seorang mahasiswa ULM mengalami luka-luka dan menjalani perawatan di RS Marina Tanah Bumbu.

ULM Tarik Mahasiswa KKN

Universitas Lambung Mangkurat memutuskan menarik seluruh mahasiswa KKN yang bertugas di Desa Batulicin Irigasi pada Minggu, 2 Agustus 2026.

Juru Bicara ULM, Novaria Maulina, mengatakan kebijakan tersebut diambil untuk memberikan kesempatan kepada para mahasiswa memulihkan kondisi fisik dan psikologis bersama keluarga.

Baca Juga: Viral Wanita di Bekasi Mengaku Jadi Korban Intimidasi Saat Mencari Motor Hilang

"Kebijakan ini diambil dengan pertimbangan memberikan rasa aman bagi mahasiswa untuk pulih dari trauma yang dialami, didampingi langsung oleh orang tua atau keluarga di rumah masing-masing," ujar Novaria, Senin, 3 Agustus 2026.

Menurutnya, kampus juga akan memberikan pendampingan kesehatan mental dan trauma healing bagi mahasiswa yang terdampak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Patrisia Yosi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X